Connect with us

Bareskrim Panggil Politikus Hanura Terkait Dugaan Rasisme Terhadap Eks Komisioner Komnas HAM

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi

Jakarta – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akan memanggil politikus Hanura, Ambroncius Nababan (AN). Pemanggilan ini dalam rangka klarifikasi terkait dugaan rasisme terhadap mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

“Benar, ada pemanggilan terhadap yang bersangkutan,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi, Senin (25/1/2021).

Brigjen Slamet mengungkapkan surat pemanggilan terhadap Ambrocius Nababan teregistrasi dengan Nomor: S.Pgl/38/2021/Dittipidsiber. Surat panggilan dilayangkan pada hari ini. Dia dipanggil dengan status sebagai saksi pada Rabu 27 Januari 2021 pukul 10.00 WIB.

“Pemanggilan sebagai saksi,” ujarnya.

Dalam pemanggilan ini, penyidik Ditsiber Bareskrim Polri akan mengklarifikasi ke Ambroncius mengenai akun FB yang digunakan dugaan penyebaran ujaran rasis. Dari hasil klarifikasi itu akan ditentukan langkah lebih lanjut.

Perlu juga dicatat, penyidik siber Bareskrim sebelum melakukan pemanggilan juga sudah memiliki temuan-temuan awal.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Ganjar: 3,2 Juta Lansia di Provinsi Jawa Tengah Jadi Prioritas Vaksinasi Gelombang II

Oleh

Fakta News

Semarang – Warga lanjut usia (lansia) menjadi prioritas vaksinasi pada gelombang II bersama layanan publik. Hal itu dikatakan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang merujuk pada adanya kebijakan baru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa lansia menjadi prioritas utama.

“Hari ini kita percepat vaksinasi untuk pelayanan publik plus kita prioritaskan untuk lansia. Lansia ini memang sekarang menjadi prioritas pertama,” kata Ganjar ditemui usai memimpin rapat evaluasi penanganan COVID-19 di kantornya, Selasa (2/3/2021).

Ganjar meminta, semua bupati/wali kota di Provinsi Jawa Tengah untuk menjadikan lansia sebagai prioritas vaksinasi. Sebelumnya, program vaksinasi lansia hanya dilakukan di ibu kota Provinsi.

“Silakan didaftar, pasti lebih mudah karena umpama saya mencari lansia eks Pegawai Negeri Sipil itu gampang, TNI dan Polri juga punya datanya. Kalau tidak, kelurahan atau desa juga pasti punya data lansia itu,” jelas Ganjar.

Meski begitu, tidak semua masyarakat mendapatkan vaksinasi secara serentak dikarenakan stok vaksin yang terbatas.

“Nanti tidak bisa semua, jadi bertahap. Maka saya minta masyarakat bersabar. Sebenarnya kita jauh lebih siap, mau dikasih berapa saja vaksinnya pasti habis cepet. Mohon maaf kepada seluruh masyarakat, sabar ya karena ini bertahap,” pungkas Ganjar.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan total ada sekitar 3,2 juta lansia di Jawa Tengah. Mereka nantinya akan menjadi prioritas vaksinasi bersama 2,1 juta pelayan publik.

“Total lansia dan pelayan publik di Jawa Tengah ada sekitar 5,3 juta. Tapi sekali lagi, karena vaksin yang ada baru sebagian kecil, jadi tidak bisa bareng semuanya. Saat ini saja, jumlah vaksin yang kami terima hanya sekitar 10 persen dari total target sasaran itu. Maka kami minta masyarakat bersabar,” terang Yulianto.

Baca Selengkapnya

BERITA

DVI Polri Tutup Operasi Identifikasi Pesawat Sriwijaya Air SJ182

Oleh

Fakta News
Kapusdokkes Polri Brigjen Rusdianto

Jakarta – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri resmi menutup operasi identifikasi terhadap korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di sekitar perairan Kepulauan Seribu, Januari lalu. Penutupan itu dilakukan hari ini.

“Dengan telah selesainya seluruh pemeriksaan dan kegiatan dalam prosesi DVI SJ182 yang berlangsung sejak 9 Januari 2021, maka pada hari ini, Selasa, 2 Maret 2021 pukul 13.50 WIB, operasi SJ182 secara resmi dinyatakan ditutup,” kata Kapusdokes Polri Brigjen Rusdianto saat jumpa pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (2/3/2021).

Dalam kesempatan itu, Rusdianto mengatakan masih ada tiga penumpang yang belum teridentifikasi. Belum teridentifikasinya tiga penumpang itu karena tim DVI belum mendapat sampel yang digunakan sebagai pembanding untuk diidentifikasi.

“Adapun 3 orang yang dilaporkan sebagai penumpang SJ182 penerbangan JKT-Pontianak atas nama Panca Widya, perempuan umur 46 tahun. Kedua, Dania anak perempuan usia 2 tahun; dan ketiga, Arkana, bayi laki-laki umur 7 bulan hingga akhir operasi ini belum dapat dinyatakan teridentifikasi karena belum ada sampel yang dijadikan sebagai pembanding,” katanya.

Brigjen Rusdianto menyampaikan Tim DVI Polri telah memeriksa 744 lebih sampel DNA. Tim DVI Polri juga telah melakukan rekonsiliasi sebanyak 15 kali dengan total yang berhasil teridentifikasi sebanyak 59 jenazah.

“Adapun DNA telah dilakukan pemeriksaan sejumlah 744 sampel terdiri dari sampel antemortem sejumlah 174 sampel dan sampel postmortem sejumlah 570 sampel,” ujarnya.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan, Kita lakukan rekonsiliasi selama operasi DVI SJ182 sejak 9 Januari 2021 sampai saat ini telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi sebanyak 15 kali dan berhasil mengidentifikasi jenazah sejumlah 59 jenazah terdiri dari 30 laki-laki dan 29 perempuan dengan persentase 95,2 persen,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Rusdianto mengatakan, bila ada perkembangan terkait tiga orang yang belum teridentifikasi, akan diinformasikan lebih lanjut.

“Bila ada perkembangan lebih lanjut akan kita informasikan kembali,” imbuhnya.

Baca Selengkapnya

BERITA

Atasi Kemiskinan di Jateng, Ganjar Luncurkan Aplikasi “Silap CSR”

Oleh

Fakta News

Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini memiliki aplikasi Sistem Pelaporan Online Corporate Social Responsibility (Silap CSR), yang diluncurkan pada Selasa (02/03/2021) di Gradhika Bhakti Praja.

Silap CSR adalah salah satu inovasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah. Aplikasi tersebut diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

“Iya kita resmikan, mudah-mudahan Silap CSR bisa terkonsolidasi dengan baik,” ujar Ganjar.

Ganjar meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk menjembatani adanya kerjasama antara pemerintah provinsi dengan pihak lainnya, seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), perguruan tinggi, dan perusahaan swasta dalam membantu penanganan kemiskinan.

“Untuk Dinas Sosial (Dinsos) tolong menyiapkan data paling valid untuk dikomunikasikan dengan Menteri Sosial (Mensos), jika diperlukan hingga Wakil Presiden. Dan prioritaskan mereka (desa) yang berada di paling bawah,” terang Ganjar.

Selain itu, Ganjar mengatakan pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah sudah dilakukan melalui sejumlah program, salah satunya adalah Desa Dampingan, Satu OPD Satu Desa Dampingan. Untuk saat ini, sudah dilakukan evaluasi terhadap program tersebut.

“Ini pak wagub (Wakil Gubernur) sudah melakukan evaluasi untuk tiap OPD yang mendampingi desa. Rasa-rasanya hasilnya ada, tapi belum menggembirakan, karena ada pandemi COVID-19. Jadi ke depannya gerakan ini perlu dilebarkan,” sambung Ganjar.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan aplikasi Silap CSR akan bermanfaat untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Sebab, pada aplikasi itu memberikan informasi kepada perusahaan, BUMN dan BUMD untuk bisa memilih memberikan CSR di kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi.

“Jadi aplikasi ini, untuk memudahkan kita mengarahkan CSR dalam membantu penanganan kemiskinan di Jawa Tengah. Bukan mengambil, tapi mengarahkan ada berapa nominal dan akan diarahkan ke bidang apa,” jelas Taj Yasin.

Lebih lanjut, aplikasi Silap CSR juga membantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memonitor. Dari mulai tahap perencanaan hingga yang sedang berjalan di suatu desa.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat mengetahui perusahaan mana saja yang bergabung dengan CSR, besaran nilai CSR, memberikan CSR pada bidang apa dan daerah sasaran CSR.

“Dengan adanya Silap CSR ini, kita bisa mengetahui berapa sih nominalnya, ada di mana saja, mau diserahkan ke mana. Ini target kita untuk memudahkan pengentasan kemiskinan,” jelas Taj Yasin.

Baca Selengkapnya