Daerah Pertama Sejak 2014, Angka Perceraian di Bogor Turun 10 Persen

  • Fakta.News - 12 Jan 2019 | 22:50 WIB
Pertama Sejak 2014, Angka Perceraian di Bogor Turun 10 Persen
Ilustrasi(Foto: Istimewa)

Bogor – Angka perceraian di Kota Bogor, Jawa Barat 2018, mengalami penurunan untuk pertama kalinya sebesar 10 persen. Wali Kota Bima Arya Sugiarto pun mengapresiasi hal tersebut sebagai capaian yang membanggakan.

Diungkapkan Bima, pada tanggal 3 Januari 2019 lalu, dirinya mendapat laporan dari Kepala Pengadilan Agama Kota Bogor. Disampaikan bahwa data angka perceraian mengalami penurunan.

“Ketua Pengadilan Agama menyampaikan, saya kaget baru membaca data angka perceraian turun. 10 persen itu lumayan, biasanya naik, ini malah turun,” ujarnya di Bogor, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:

Penurunan ini menjadi faktor yang membanggakan bagi Pemerintah Kota Bogor di tahun ini. Pasalnya sejak 2014, angka perceraian trennya naik terus, bukan turun. “Wallahualam bishawab apa penyebabnya, tapi yang pasti angka yang membahagiakan,” kata Bima.

Tak cuma menerima data, untuk memastikan hal ini ia pun melakukan pengecekan di kepegawaian. Bima ingin melihat sendiri apakah angka perceraian di kalangan aparatur sipil negara (ASN) menunjukkan penurunan.

Berdasarkan data kepegawaian, perceraian di internal ASN sejak 2011 sampai 2018 tercatat: 8 kasus pada 2011, 9 kasus di 2012, 11 kasus di 2013. Kemudian 15 kasus di 2014, 15 kasus di 2015, dan naik 18 kasus di 2016.

“2017 ada 22 kasus perceraian di internal ASN. 2018 turun menjadi 15 kasus. Sama ternyata, secara internal pegawai, naik dan kemudian turun,” katanya.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar