Pilkada Jawa Timur Aktivis Gusdurian: Fatwa Fardhu Ain Keluar karena Putus Asa

  • Fakta.News - 13 Jun 2018 | 18:40 WIB
Aktivis Gusdurian: Fatwa Fardhu Ain Keluar karena Putus Asa

Surabaya – Dinamika kemunculan fatwa fardhu ain dalam Pilkada Jawa Timur menjadi sorotan utama dalam beberapa hari terakhir. Aktivis Gusdurian pun ikut pula menyoroti penggunaan dalil agama tersebut.

Aan Anshori, aktivis Gusdurian asal Jombang, menyebut jurus dalil agama dikeluarkan oleh pasangan calon yang sudah putus asa. Pasangan tersebut juga tidak percaya diri menyambut pencoblosan 27 Juni mendatang. “Menurutku, pemakaian dalil agama dalam politik praktis menunjukkan dia tidak percaya diri. Dan, sedemikian putus asa,” kata Aan Anshori, ketika dikonfirmasi media, di Surabaya, Selasa (12/6/2018).

Baca Juga:

Gusdurian adalah jaringan para murid, pengagum, dan penerus pemikiran, serta perjuangan almarhum Gus Dur, panggilan akrab KH Abdurrahman Wahid, Presiden ke-4 dan mantan Ketua Umum PBNU.

Aan melanjutkan, calon yang membutuhkan fatwa itu tidak punya program konkret untuk meyakinkan publik. Dengan demikian, menggunakan jurus pamungkas yakni dalil agama, apalagi menyebut wajib dan sebagainya.

“Membawa-bawa Tuhan dalam arena politik, menurutku, tidak hanya mempermalukan dirinya sendiri, namun juga Tuhan itu sendiri,” terang Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Jawa Timur ini.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar