Dr. Damayanti Rusli Sjarif Ahli Penyakit Nutrisi dan Metabolik Anak

  • Fakta.News - 31 Jan 2018 | 04:04 WIB
Ahli Penyakit Nutrisi dan Metabolik Anak
Damayanti Rusli SjarifIstimewa

Pekan lalu, Indonesia memeringati Hari Gizi Nasional dan Waspada Gizi Buruk. Pemerintah bersama kalangan dokter mendorong masyarakat, utamanya para ibu, untuk meningkatkan kepekaan terhadap kebutuhan anak akan gizi.

Salah satunya Dokter Nutrisi Anak Damayanti Rusli Sjarif. Dalam sebuah  diskusi memeringati Hari Gizi Nasional bersama Muslimat Nadhlatul Ulama di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (23/1) lalu, ia menyampaikan bahwa gizi buruk bukan hanya perkara kekurangan makanan saja. Buruknya gizi ternyata dipengaruhi rendahnya asupan nutrisi termasuk vitamin, mineral, dan zat esensial lain yang masuk ke dalam tubuh.

Menurutnya, pemenuhan gizi untuk mencegah gizi buruk pada anak harus dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupannya.

“Seribu hari pertama kehidupan ini sangat penting bagi perkembangan otak. Semua ditentukan pada tahap ini,” katanya.

Damayanti memang sangat memerhatikan memang sangat fokus pada keadaan kesehatan anak. Dokter kelahiran Padang, Sumatera Barat, 30 Januari 1959 silam itu dikenal sebagai pakar penyakit nutrisi dan metabolik anak berkewarganegaraan Indonesia. Di usianya yang hari ini menginjak 58 tahun, ia masih tetap loyal untuk melayani masyarakat.

Saat ini Damayanti berprofesi sebagai dokter spesialis anak pada Bagian Nutrisi dan Penyakit Metabolik Departemen Ilmu Penyakit Anak FKUI/RSCM Jakarta.

Ketika masih di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), Damayanti pernah menjadi pelajar teladan tingkat SMP se-Kodya Bandung dan Provinsi Jawa Barat pada tahun 1974. Begitu pula setelah tamat dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada tahun 1983, Damayanti ditugaskan di sebuah puskesmas daerah terpencil di Nusa Tenggara Timur (NTT). Karena kesungguhannya dalam bertugas, wanita pencinta buku ini meraih penghargaan sebagai dokter teladan puskesmas.

Selepas bertugas di daerah, Damayanti kemudian melanjutkan studinya dengan mengambil pendidikan spesialis anak di FK UI Jakarta, serta pendidikan doktoral (S3) dalam bidang penyakit metabolik dan genetik di Universiteit Utrecht, Belanda. Ia menyelesaikan disertasi berjudul Glycerol kinase deficiency yang kemudian kerap dijadikan rujukan banyak artikel.

Sejumlah penyakit metabolik pada anak yang ia dalami antara lain obesitas (kegemukan), malagizi, Morquio, phenylketonuria (PKU), asidosis tubulus renalis (RTA), Hyperketonaemia, serta Citrulinemia. Mayoritas dari penyakit-penyakit yang dipelajarinya merupakan penyakit langka.

Selamat ulang tahun, Dok.

Novianto

BACA JUGA:

Tulis Komentar