Connect with us

Kunjungan Kenegaraan Trump ke Inggris Disambut Demonstrasi

kunjungan kenegaraan trump ke inggris
Presiden Trump denga Ratu Elizaneth II(istimewa)

London – Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Inggris pada Senin (3/6/19) untuk melakukan kunjungan kenegaraan selama 3 hari.

Lansiran bbc pada Senin menyebutkan, pesawat kepresidenan Air Force One mendarat di Bandara Stansted London pukul 09:00 waktu setempat.

Ratu Elizabeth II akan memberikan jamuan malam kepada Trump beserta istri Melania Trump di istana Buckingham Palace.

Protes massa direncanakan akan terjadi di seluruh Inggris selam 3 hari kunjungan Trump. Ada pun beberapa titik yang menghadirkan demonstrasi yakni, London, Manchester, Belfast, Birmingham dan Nottingham.

Menjelang kunjungannya, Trump mengatakan kepada the sun dirinya mendukung kandidat Perdana Menteri dari partai konservatif, Boris Johnson. Hal ini merujuk kepada rencana Theresa May untuk mengundurkan diri apabila referendum Brexit tidak tercapai.

Trump juga mengatakan kepada The Times bahwa pemimpin Partai Brexit Nigel Farage harus dilibatkan dalam negosiasi pemerintah untuk meninggalkan Uni Eropa.

Pada Senin 3 Juni, Trump akan diberikan tur ke Biara Westminster dan juga akan bertemu Pangeran Charles dan Duchess of Cornwall untuk minum teh di Clarence House.\

Baca juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Tercatat 12.526 Orang, 8.039 Sembuh dan 659 Meninggal

Oleh

Fakta News

Jakarta – Pemprov DKI Jakarta mengumumkan jumlah kasus positif Corona bertambah 231 orang. Dengan penambahan itu, jumlah kasus positif COVID-19 di Ibu Kota menjadi 12.526 orang.

“Update COVID-19 berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta pada 6 Juli 2020, terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 231 kasus. Sehingga jumlah kumulatif kasus positif di wilayah DKI Jakarta sebanyak 12.526 kasus,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam acara daily brief yang disiarkan melalui Channel YouTube Pemprov DKI, Senin (6/7/2020).

Dwi mengatakan 8.039 orang dinyatakan sembuh dan 659 orang meninggal dunia. Selain itu, masih ada 493 pasien COVID-19 yang masih dirawat di rumah sakit.

“Dari jumlah tersebut 8.039 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 659 orang meninggal dunia,” ucapnya.

Sebanyak 3.340 orang masih melakukan isolasi mandiri. Dwi mengatakan saat ini ada 731 orang dalam pemantauan (ODP) dan 511 orang pasien dalam pemantauan (PDP).

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan, hingga Minggu (5/7), Pemprov DKI Jakarta telah melakukan pemeriksaan PCR terhadap 344.439 sampel. Sementara data per Senin (6/7), sampel tes PCR sebanyak 3.234.

“Pada tanggal 6 Juli dilakukan tes PCR pada 3.234 orang, 2.748 di antaranya dilakukan untuk diagnosis untuk kasus baru dengan hasil 231 positif dan 2.517 negatif,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan rapid test dengan total sampel sebanyak 251.264 orang. Hasilnya, ada 8.700 orang yang reaktif dan nonreaktif 242.564 orang.

Dwi mengimbau masyarakat agar senantiasa menjalankan protokol kesehatan selama masa PSBB transisi. Dia meminta masyarakat tetap menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

 

(mjf)

Baca Selengkapnya

BERITA

Jubir Penanganan COVID-19 Ingatkan Penguatan Disiplin Protokol Kesehatan

Oleh

Fakta News
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto

Jakarta – Penularan virus SARS-CoV-2 masih terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Gugus Tugas Nasional mencatat lebih dari seribu kasus baru per hari ini, Senin (6/7). Upaya disiplin warga untuk menerapkan protokol kesehatan sangat dibutuhkan dalam memutus mata rantai penularan.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan bahwa disiplin menjadi indikasi terhadap dampak terjadinya kasus penularan. Ia menyampaikan bahwa disiplin untuk mematuhi protol kesehatan harus dikuatkan oleh semua pihak.

“Kita sudah waktunya untuk saling mengingatkan, sudah waktunya untuk berupaya saling melindungi agar, pemutusan rantai ini bisa dilaksanakan dengan efektif.  Patuhi protokol kesehatan. Ikuti berita tentang COVID-19 ini dengan saluran-saluran yang benar,” lanjut Yurianto saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Senin (6/7).

Menurutnya, menilik dari kinerja data bahwa di sebagian provinsi bahkan mungkin di sebagian kota, kasus masih bergerak menjadi semakin banyak.

Dengan penguatan disiplin protokol kesehatan, Yurianto meyakini penularan COVID-19 dapat lebih terkendali dengan cepat.

“Kita sudah membuktikan di banyak provinsi bahwa, banyak yang sudah terkendali. Oleh karena itu, yakin kita bisa melaksanakan ini. Kita pasti bisa,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Yurianto mengingatkan bahwa kemungkinan masih ada kasus positif yang belum teridentifikasi dan berada di tengah masyarakat. Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci untuk menjawab kemungkinan yang paling benar agar tidak tertular.

“Setiap orang harus mematuhi untuk menjaga jarak. Setiap orang harus mematuhi untuk menggunakan masker dengan cara yang benar, dan setiap orang harus rajin mencuci tangan. Kalau, tidak, maka, akan sangat mungkin untuk terinfeksi dan kemudian akan menambah kasus positif,” pesannya.

Sementara itu, terkait perkembangan data COVID-19 per 6 Juli 2020, kasus kumulatif berjumlah 64.958 kasus. Penambahan kasus harian berjumlah 1.209 kasus. Sedangkan pemeriksaan spesimen, Yurianto mengatakan bahwa pemeriksaan hari ini (6/7) berjumlah 12.756 spesimen.

“Pemeriksaan ini seperti biasanya, setiap pada hari Senin, pasti akan menurun dengan drastis karena, beberapa laboratorium kita di hari Minggu tidak melaksanakan operasional pemeriksaan. Sehingga, hanya terbatas pada pemeriksaan yang dilaksanakan oleh jejaring laboratorium Kementerian Kesehatan,” tambahnya.

Sampai dengan saat ini, akumulasi yang sudah diperiksa untuk spesimen sebanyak 928.238.

Sebanyak 455 wilayah administrasi di tingkat kabupaten dan kota di 34 provinsi telah terdampak COVID-19. Ia meminta semua pihak untuk bersikap waspada terhadap potensi penularan. Pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap orang dalam pemantauan yang ditengarai pernah melakukan kontak dekat dengan kasus positif sebanyak 38.748 orang.

“Ini yang terus akan kita lakukan tracing, kita lakukan pengamatan selama 14 hari terus menerus sehingga, diharapkan kalau akan menjadi sumber penularan dengan melalui pengujian yang agresif maka, kita bisa melakukan isolasi dengan cepat. Kemudian, pasien dalam pengawasan sampai saat ini masih kita lakukan pengawasan ketat sebanyak 13.360 orang,” ujar Yurianto.

Berikut lima provinsi dengan angka kasus tinggi, yakni Provinsi Jawa Timur 308 kasus, DKI Jakarta 232, Jawa Tengah 127, Jawa Barat 126, dan Sulawesi Selatan 84.

Sedangkan kasus sembuh, angka per hari ini (6/7) berjumlah 814 dan akumulasinya berjumlah 29.919.

 

(hels)

Baca Selengkapnya

BERITA

Menteri LHK: Kerja Sama Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca RI-Norwegia Dilanjutkan Sampai 2030

Oleh

Fakta News
Menteri LHK saat memberikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Senin (6/7).

Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerja sama Indonesia dengan Norwegia mengenai penurunan emisi gas rumah kaca dilanjutkan sampai 2030.

Lebih lanjut, Menteri LHK menyampaikan bahwa pembayaran dari hasil kerja pemenuhan komitmen untuk penurunan emisi gas rumah kaca antara Indonesia dengan Norwegia dan juga rencana pengaturan nilai ekonomi karbon (carbon pricing) akan disusun dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres).

“Ada tiga hal letter of intent, kerja sama antara Indonesia dan Norway itu sudah dilakukan sejak tanggal 26 Mei tahun 2010. Dan tadi arahan yang telah disampaikan Bapak Presiden bahwa kita akan melanjutkan,” ujar Menteri LHK usai mengikuti Rapat Terbatas di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Senin (6/7).

Dalam melanjutkan ini sampai dengan tahun 2030, Menteri LHK sebutkan bahwa ada beberapa hal yang disesuaikan seperti misalnya keberadaan punish agreement.

“Di letter of intent tahun 2010 dikatakan bahwa komitmen Indonesia itu 26 persen pada tahun 2020. Dan di Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang ratifikasi perubahan iklim, itu sudah kita sesuaikan,” imbuh Menteri LHK.

Jadi, Menteri LHK sampaikan angkanya adalah 29% penurunan emisi gas rumah kaca pada tahun 2030 dan/atau 41% penurunan emisi gas rumah kaca pada tahun 2030 dengan dukungan kerja sama teknik luar negeri.

Menurut Menteri LHK, perjanjian atau letter of intent ini telah menjadi contoh bagi negara-negara lain di dunia dalam rangka reduksi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.

Redd++ itu, menurut Menteri LHK, adalah hal-hal seperti sampah, terkait partisipasi masyarakat hukum adat, dan lain-lain termasuk electromobility-nya.

Prestasi yang dicapai oleh Indonesia, menurut Menteri LHK, sangat banyak yakni di antaranya kebijakan-kebijakan Presiden seperti penanganan gambut dan Inpres Moratorium.

Inpres Moratorium, menurut Menteri LHK, pertama kali dikeluarkan tahun 2011 lalu diperpanjang setiap 2 tahun, 2013-2015-2017.

“Pada tahun 2019 Bapak Presiden setuju untuk ini dipermanenkan, artinya apa? Artinya mulai tahun 2019 kemarin tidak boleh lagi ada izin baru di hutan primer dan di lahan gambut,” jelas Siti Nurbaya.

Pemerintah, menurut Menteri LHK, juga bekerja keras untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan, penurunan deforestasi, serta penegakan hukum juga terus dilakukan dan periode 2016 hingga sekarang yang lebih kencang dibandingkan sebelum-sebelumnya.

“Ada energi angin yang di Sulawesi, kemudian electromobility juga kita sudah mulai, kemudian juga biodiesel B30 yang akan menjadi B50. Tadi Bapak Presiden malah sudah mengarahkan akan ke B80 atau kalau mungkin ke B100,” ujarnya.

Prestasi lain, menurut Menteri LHK adalah telah men-default sistem-sistem untuk mengontrol emisi gas rumah kaca, monitoring-nya dan lain-lain.

“Ini akan dilanjutkan dan atas prestasi itu kemarin tanggal 2 Juli sudah ada pertemuan joint consultation group antara Indonesia dan Norway yang dipimpin dari Indonesia Wamen LHK dan Wamenlu serta dari Norway-nya adalah Duta Besar Norway di Jakarta dan Staf Khusus Menteri Iklim dan Lingkungan Hidupnya Norway,” kata Menteri LHK.

Dari pertemuan itu, menurut Menteri LHK, disepakati 11 juta ton atau senilai dana kira-kira 56 juta USD atau 800 miliar lebih kurang. Ia menambahkan bahwa itu yang terkait dengan pembayaran prestasi dari komitmen Indonesia terhadap penurunan emisi gas rumah kaca.

Artinya, menurut Menteri LHK, Indonesia terus konsisten terhadap komitmennya. Konsistensi ini, menurut Menteri LHK, selain komitmen untuk kontribusi kepada penurunan emisi gas rumah kaca dunia, tetapi juga adanya Pasal 28 H Undang-Undang Dasar yang menegaskan bahwa warga negara mempunyai hak untuk memperoleh lingkungan yang baik.

Terkait dengan pengaturan perdagangan karbon, Menteri LHK sampaikan bahwa prosesnya sudah  disiapkan dan sekarang sudah dibahas di tingkat Setkab, Setneg, dan segera ke Kemenkumham untuk antar kementerian.

Mengenai yang diatur, Menteri LHK sampaikan bagaimana hal-hal ketentuan umum dan lain-lain seperti penyelenggaraan tentang perdagangan karbon dan perencanaannya.

“Tujuannya adalah untuk kita menjamin pencapaian kontribusi penurunan emisi gas rumah kaca atau disebut National Determined Contribution (NDC),” jelas Menteri LHK.

 

(chrst)

Baca Selengkapnya