Indonesia Punya Potensi Energi Arus Laut Sebesar 41 Giga Watt

  • Fakta.News - 7 Ags 2017 | 05:12 WIB
  • Dibaca : 163 kali
Indonesia Punya Potensi Energi Arus Laut Sebesar 41 Giga Watt
Potensi energi arus laut Indonesia sbesar 41 Giga Wattmaritimnews.com

Selat Sunda – Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL) Kementerian ESDM, Ediar Usman mengatakan bahwa potensi energi berbasis konversi perbedaan temperatur arus laut (OTEC) di Indonesia diketahui sebesar 41 GigaWatt dan energi ini tidak pernah habis. Hal ini diucapkannya saat mengarungi perairan Selat Sunda dengan KM Geomarin III pada Minggu (6/8/2017).

“Selain melakukan penelitian identifikasi cekungan sedimenter untuk mendukung penyiapan WK Migas, dilakukan juga pengambilan data temperatur air laut sebagai identifikasi data potensi OTEC,” ujarnya.

Ia menambahkan, potensi OTEC di Indonesia yang terbesar di dunia, tersebar di pantai barat Sumatera, Selatan Jawa, Sulawesi, Maluku Utara. Bali dan Lembata NTT. PPPGL telah mengkaji dan meneliti potensi OTEC pada 17 lokasi sebesar 41 GW.

OTEC sendiri merupakan bagian dari energi baru terbarukan dan bersumber dari perbedaan temperatur air laut yang mudah ditemukan pada perairan laut tropis. Potensi energi panas laut di perairan Indonesia diprediksi menghasilkan daya sekitar 240.000 MegaWatt. Indonesia bagian timur memiliki nilai T (perbedaan suhu) lebih besar dari Indonesia bagian barat.

OTEC berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitarnya jika dimanfaatkan dengan baik. Energi ini bernilai ekonomi lebih tinggi dibanding sumber energi lainnya. Energi ini mampu menghasilkan listrik dan air murni akibat penguapan air laut.

Untuk bidang perikanan penggunaan OTEC bisa memberikan nutrisi pada biota laut di permukaan laut. Seperti contohnya adalah pembangkit OTEC dalam skala kecil yang ada di Kumijima, Jepang dan Hawai. Sementara itu saat ini China, Korea Selatan, dan India, sedang membangun pembangkit OTEC dengan kapasitas 10 MegaWatt.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL) saat ini telah merancang langkah strategis dalam riset OTEC, terutama menentukan lokasi prospek seluruh Indonesia sebagai dasar investasi OTEC. Langkah-langkah tersebut meliputi, pertama survei potensi regional dan rinci, teknis dan ekonomis.

Yang kedua ialah survei potensi di Bali Utara dan Lembata menggunakan Geomarin III (2017), dilanjutkan pre studi kelayakan dan studi kelayakan (2018).

Sedangkan yang ketiga, kajian aspek teknis dan ilmiah lainnya termasuk sosial, budaya dan ekonomi, untuk yang keempat pemilihan lokasi proyek percontohan di Indonesia dan yang kelima adalah dukungan pemerintah pada pengembangan OTEC.

Untuk itu pada Minggu (6/8/217) ini, Kementerian ESDM melakukan uji coba kapal survei seismik Geomarin III di Perairan Selat Sunda untuk mencari potensi sumber daya alam (minyak dan gas bumi) serta mineral di bawah laut.

Ediar Usman menjelaskan, kapal Geomarin III merupakan kapal dengan teknologi canggih yang mampu mendeteksi adanya potensi cadangan energi baik berupa minyak atau gas di dasar laut.

Ping

 

 

BACA JUGA:

Tulis Komentar