Connect with us

Edy Rahmayadi Tunjuk Arief Sudarto Trinugroho sebagai Pjs Wali Kota Medan

Arief Sudarto Trinugroho

Medan – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi telah menetapkan 11 nama pejabat eselon II menjadi Penjabat sementara (Pjs) Kepala Daerah yang melaksanakan Pilkada Serentak 9 Desember, Jumat 25 September 2020. Salah satunya adalah Ir, Arief Sudarto Trinugroho yang ditunjuk menjadi Pjs Wali Kota Medan.

Ir. Arief Sudarto Trinugroho dikukuhkan Edy Rahmayadi sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Medan berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Pengukuhan itu berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat sore (25/09/2020).

Pengukuhan turut disaksikan Sekdaprov Sumut R Sabrina dan sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemprov Sumut. Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution, juga tampak hadir dalam acara tersebut.

Diketahui Arief pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan. Pria lulusan Planologi ITB angkatan 83 ini juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan hingga pernah menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kota Medan hingga Staf Ahli Wali Kota Medan.

Saat ini, Arief juga menjabat sebagai Plt Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Sumut. Dia menjabat Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah Provinsi Sumut.

Arief sudah santer disebut sebagai Pjs Wali Kota Medan, apalagi dia memiliki pengalaman sebagai pejabat eselon II di Pemko Medan. Dia pun dinilai lebih memahami struktur dan atmosfer sistem kerja di Pemko Medan.

Seperti diketahui, Kota Medan akan melaksanakan Pilkada pada 9 Desember 2020 nanti. Salah satu calon yang bertarung adalah Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution. Akhyar akan head to head dengan Bobby Nasution.

Akhyar berpasangan dengan politisi PKS, Salman Alfarisi dan Bobby berpasangan dengan politisi Gerindra Aulia Rachman. Salman adalah Anggota DPRD Sumut dan Aulia adalah Anggota DPRD Medan. Akhyar wajib menjalani cuti di luar tanggungan negara selama mengikuti kampanye Pilkada Medan.

Berikut daftar nama 11 Pjs Kepala Daerah;

  1. Pjs Bupati Pakpak Bharat, Kaiman Turnip, Kepala Badan SDM Diklat.
  2. Pjs Bupati Mandailing Natal, Dahler Lubi, Kepala Dinas Pertanian.
  3. Pjs Walikota Tanjungbalai, Ismail Parenus Sinaga, Kepala Dinas Penduduk dan Catatan Sipil plus Plt Kepala BPKAD
  4. Pjs Bupati Asahan Basarin Yunus Tanjung, Kepala Biro Otonomi Daerah.
  5. Pjs Walikota Medan, Arief Sudarto Trinugroho, Assisten Perekonomian plus Plt Kepala Dinas Perijinan.
  6. Pjs Bupati Samosir, Larso Marbun, Kepala Inspektorat plus Plt Kepala Dinas Pendidikan.
  7. Pjs Bupati Nias Selatan, Ria Telaumbanua, Kepala Dinas Pariwisata.
  8. Pjs Bupati Gunung Sitoli, Abdul Harris Lubis Kepala Dinas Perhubungan.
  9. Pjs Bupati Labuhanbatu, Muhammad Fitriyus, Asisten 3 Bidang Administrasi.
  10. Pjs Bupati Toba Samosir, Harianto Butarbutar, Kepala Dinas Tenaga Kerja.
  11. Pjs Bupati Serdang Bedagai, Irman Oemar, Kepala Badan Litbang plus Plt Kepala Dinas Kominfo.

 

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Dokter Reisa: Pasien Sembuh Harian Bertambah 4.094 Orang

Oleh

Fakta News
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro

Jakarta – Pasien sembuh dari Covid-19 per 19 Oktober 2020 bertambah sebanyak 4.094 kasus. Jumlah kumulatifnya kini sudah mencapai angka 305.100 kasus. Penambahan kesembuhan harian tertinggi masih berasal dari DKI Jakarta sebanyak 1.093 kasus dan kumulatifnya menembus angka 84.337 kasus.

Provinsi Sumatera Barat hari ini menambahkan kasus sembuh yang sangat pesat mencapai 523 kasus dan menambah jumlah kumulatif menjadi 7.047 kasus. Sehari sebelumnya provinsi ini menambahkan 114 kasus sembuh. Jawa Tengah kedua harian tertinggi menambahkan kesembuhan harian sebanyak 470 kasus dan kumulatifnya ketiga tertinggi mencapai 25.538 kasus.

Diikuti Jawa Timur dengan 341 kasus dan kumulatifnya mencapai 44.359 kasus. Provinsi ini masih berada di urutan kedua secara kumulatif nasional. Jawa Barat urutan selanjutnya dengan menambahkan pasien sembuh harian sebanyak 319 kasus dan kumulatifnya posisi ketiga mencapai 22.022 kasus.

Selain itu provinsi yang juga banyak menambahkan pasien sembuh harian berada di Riau jmenambahkan harian sebanyak 252 kasus dan kumulatifnya 8.819 kasus. Kalimantan Timur juga menambahkan pasien sembuh harian sebanyak 237 kasus dan kumulatifnya mencapai 9.514 kasus.

Sementara pada tambahan pasien terkonfirmasi positif hari ini sebanyak 4.369 kasus dan kumulatifnya mencapai 381.910 kasus. Kasus aktif Covid-19 per hari ini sejumlah 63.733. Sebaran daerah dengan kasus tertinggi harian berada di DKI Jakarta dengan tambahan harian sebanyak 952 kasus dan kumulatifnya mencapai 99.158 kasus. Diikuti Jawa Tengah menambahkan kesembuhan harian sebanyak 571 kasus dan kumulatifnya urutan keempat mencapai 31.302 kasus

Jawa Barat menyusul dengan menambahkan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 504 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 33.147 kasus. Disusul Jawa Timur hari ini menambahkan kesembuhan sebanyak 295 kasus dan kumulatifnya masih kedua tertinggi sebanyak 50.364 kasus.

Selain itu, pasien meninggal masih bertambah sebanyak 118 kasus. Hingga saat ini total pasien meninggal dunia menembus angka 13.077 kasus. Kasus kematian harian tertinggi berada di DKI Jakarta dengan 21 kasus dan kumulatifnya bertambah menjadi 2.126 kasus. Jawa Tengah hari ini mencatatkan pasien meninggal kedua tertinggi sebanyak 15 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 1.645 kasus.

Jawa Timur urutan selanjutnya dengan 12 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 3.631 kasus. Selanjutnya ada Jawa Barat dengan tambahan harian sebanyak 10 kasus dan kumulatifnya 649 kasus.

Selain itu per hari ini jumlah suspek ada 161.763 kasus dan spesimen selesai diperiksa sebanyak 42.287 spesimen. Untuk sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan bertambah lagi 1 daerah menjadi 501 kabupaten/kota.

Baca Selengkapnya

BERITA

Per 23 Oktober Tercatat Ada 381.910 Kasus Covid-19 di Indonesia: 63.733 Aktif, 305.100 Sembuh, dan 13.077 Meninggal

Oleh

Fakta News

Jakarta – Pandemi Covid-19 di Indonesia yang sudah berjalan lebih dari tujuh bulan hingga saat ini belum ada tanda-tanda membaik. Hal ini terlihat dengan masih adanya penularan virus corona yang menyebabkan jumlah kasus Covid-19 terus bertambah.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada Jumat (23/10/2020) pukul 12.00 WIB, ada 4.369 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan itu menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 381.910 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Informasi ini disampaikan Satgas Covid-19 melalui data yang diterima wartawan pada Jumat sore. Data juga bisa diakses publik melalui situs Covid19.go.id dan Kemkes.go.id, dengan update yang muncul setiap sore.

Meski belum diketahui kapan pandemi berakhir, harapan terlihat dengan semakin banyaknya pasien Covid-19 yang sembuh. Dalam sehari, ada penambahan 4.094 pasien Covid-19 yang sembuh dan dianggap tidak lagi terinfeksi virus corona.

Mereka dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) yang memperlihatkan hasil negatif virus corona. Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang sembuh kini ada 305.100 orang sejak awal pandemi.

Akan tetapi, pemerintah masih mengabarkan duka dengan terus bertambahnya pasien yang meninggal dunia. Pada periode 22-23 Oktober 2020, ada 118 orang yang tutup usia setelah terinfeksi virus corona. Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia berjumlah 13.077 orang.

Dengan data tersebut, maka saat ini ada 63.733 kasus aktif Covid-19. Mereka adalah pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau menjalani isolasi mandiri.

Sebanyak 4.369 kasus baru hari ini diketahui setelah pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap 42.287 spesimen dalam 24 jam. Sebagai catatan, satu orang bisa menjalani pemeriksaan spesimen lebih dari satu kali.

Kasus Covid-19 di Indonesia saat ini sudah tercatat di semua provinsi, dari Aceh hingga Papua. Secara detail, ada 501 kabupaten/kota dari 34 provinsi yang terdampak penularan virus corona.

Ini berarti sudah lebih dari 97 persen wilayah di Indonesia yang terdampak pandemi akibat virus bernama ilmiah SARS-CoV-2 itu.

Baca Selengkapnya

BERITA

Presiden Jokowi Dorong Fakultas Kehutanan Kembangkan Inovasi di Era Disrupsi

Oleh

Fakta News

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) mampu mengembangkan inovasi di era disrupsi untuk memajukan sektor kehutanan di Indonesia. Salah satunya mengembangkan precision forestry.

“Dalam kaitan ini, saya mengharapkan Fakultas Kehutanan UGM untuk mencarikan titik temu, mencarikan jembatan. Nah, ini tugas untuk dipelajari dan dikembangkan konsep baru ala UGM. Salah satu solusi yang patut diperhitungkan adalah pemanfaatan teknologi digital dengan mengembangkan precision forestry,” ujar Presiden Jokowi dalam Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-57 Fakultas Kehutanan UGM secara daring, Jumat (23/10/2020).

Precision forestry yang dimaksud Presiden Jokowi adalah teknologi yang mampu menghitung secara cermat dan tepat dengan penggunaan teknologi digital dan komputasi serta memanfaatkan data analitik dan pengembangan kecerdasan buatan.

“Precision forestry adalah teknologi yang mampu menghitung secara cermat dan tepat dengan penggunaan teknologi digital dan komputasi. dengan mengembangkan dan memanfaatkan big data analytic dan pengembangan kecerdasan buatan. Dengan pengembangan teknologi ini, semangat gabungan antara penggunaan hutan dalam konsep agraris dan industrial tanpa mengorbankan pasca industri, bisa kita kembangkan,” kata Presiden Jokowi.

Saat ini, ujar Presiden Jokowi, Indonesia memasuki era tarik-menarik yang berkepanjangan antara hutan dalam konsep agraris, konsep industrial, dan konsep pasca-industri. Dalam kenyataannya, lanjut Jokowi, agrarisasi dan industrialisasi berbasis hutan masih merupakan sektor ekonomi yang paling penting.

“Agrarisasi dan industrialisasi berbasis hutan masih merupakan sektor ekonomi yang paling penting, yang penting seperti industri kertas, krayon, minyak sawit, dan lain-lainnya. Tetapi konsep agrarisasi dan industrialisasi tersebut sering dikontradiksikan dengan konsep pasca-industri yang cenderung konservasi dan konservatif,” sebut Presiden Jokowi yang juga alumnus Fakultas Kehutanan UGM ini.

Baca Selengkapnya