Connect with us

Dikenal Dekat dengan Prabowo, Tiba-tiba Ormas Garis Tarik Dukungan

Ormas Garis

Chep berujar nama Garis sering jadi sangkaan yang berujung salah paham. Dia mengaku sempat diperiksa di Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat setelah ambulans itu ditangkap. “Saat dibuktikan ternyata bukan mobil kami. Mobil itu bernama Garis juga, tapi bukan ormas Gerakan Reformis Islam, melainkan yayasan Gerakan Rizalul Islam,” kata Chep.

Chep pun akhirnya mengambil inisiatif bertemu dengan pihak media untuk klarifikasi sekaligus menyampaikan pernyataan mencabut dukungan. “Hal ini perlu disampaikan ke pihak media supaya tidak terjadi salah paham. Kita melakukan dauroh sekaligus tabayyun,” kata Chep.

Kemarin, Chep pun resmi mengumumkan bahwa organisasinya sudah menarik dukungan dari ingar bingar pemilu presiden 2019 dan mereka akan kembali sebagai organisasi kemanusiaan.

Baca Juga:

 

Yuch

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Hujan Ekstrem hingga April 2020, BNPB Imbau Masyarakat Waspada

Oleh

Fakta News
Kepala Pusat Data dan Infomasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo

Jakarta – Kepala Pusat Data dan Infomasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan ekstrem di sebagian wilayah Tanah Air. Menurut informasi yang didapat Agus, curah hujan yang cukup ekstrem terjadi hingga April 2020.

“Puncaknya kan Februari tapi kan hujan itu masih terus berlangsung April kurang lebih dan sampai April itu kemungkinan ada terjadi juga yang kemungkinan ekstrem juga,” kata Agus di Graha BNPB, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Agus meminta masyarakat waspada apabila turun hujan deras dalam waktu yang lama. Dikhawatirkan kondisi tersebut berpotensi memunculkan banjir.

“Jadi kita semua tetap harus selalu waspada, siaga siapa tahu akan ada hujan yang cukup lama sehingga bisa jadi banjir lagi,” ujarnya.

Di Jakarta, menurut Agus, penyebab banjir bukan hanya karena curah hujan tinggi. Tetapi juga sistem pembuangan air hujan yang kurang baik.

“Sehingga ini hanya karena hujan lokal yang banyak sementara saluran airnya tidak cukup menampung sehingga terjadi banyak genangan di mana-mana,” ungkap Agus.

Sebelumnya diberitakan, BMKG memprediksi curah hujan berlangsung dari Januari hingga awal Februari. Curah hujan diprediksi akan tinggi di daerah Indonesia bagian barat dan selatan.

“Bulan Februari ini, kami menduga bahwa akan ada penguatan curah hujan di wilayah Indonesia, terutama Indonesia bagian barat dan selatan,” kata Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Iklim BMKG Supari, di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

 

Adn

Baca Selengkapnya

BERITA

Jaksa Agung Akan Gunakan Kewenangan Diskresi Hukum untuk Kasus yang menimpa Masyarakat Kecil

Oleh

Fakta News
Jaksa Agung ST Burhanuddin

Jakarta – Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan, akan menggunakan kewenangan diskresi hukum di Kejaksaan, terutama untuk kasus yang dialami masyarakat kecil. Burhan mengatakan, hal ini perlu dilakukan menyusul banyak kasus yang menimpa masyarakat kecil dan dirasa tak cukup memenuhi rasa keadilan.

Ia pun mencontohkan, kasus seorang kakek di Sumatera Utara yang mencuri karet seharga Rp 17.000.

“Saya juga akan melakukan diskresi atas beberapa perkara yang menyentuh hati masyarakat. Ada beberapa perkara misalnya pencurian, yang terakhir itu di Sumatera Utara adalah karet yang harganya hanya 17.000,” kata Burhan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (24/2/2020).

Burhan mengatakan, ia tak bisa menyalahkan jaksa dalam memutuskan sebuah kasus. Menurutnya, jaksa sedang menjalankan aturan formil.

Di sisi lain, kata Burhan, aturan formil kerap kali tidak menggunakan hati nurani. Oleh karenanya, Burhan menilai rasa keadilan itu harus ada untuk masyarakat kecil.

“Saya ingin mengajak teman-teman harus tetap memperhatikan rasa keadilan yang ada di masyarakat. Ini saya sampaikan mumpung para kejati ngumpul di sini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Burhan mengatakan, dalam waktu dekat Kejaksaan Agung akan menggunakan dikresi tersebut.

“Dalam waktu dekat saya akan buat aturan itu, dan saudara laksanakan, kalau saudara masih melukai hati masyarakat saya akan tindak,” pungkasnya.

Diberitakan, Samirin, kakek 68 tahun asal Simalungun, Sumatera Utara divonis dua bulan penjara setelah terbukti mencuri geta pohon karet seberat 1,9 kilogram.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat. Getah karet senilai Rp 17.000 tersebut dipungut Samirin di perkebunan PT Brigstone Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun. Samirin sempat ditahan di Polsek Serbelawan, Polres Simalungun pada 17 Juli 2019.

Polisi kemudian melimpahkan kasus ini pada 12 November 2019 ke Kejari Simalungun. Pelimpahan itu bersama barang bukti getah karet dengan ancaman UU Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan.

Jaksa menuntut Samirin dengan ancaman 10 bulan penjara. Namun, pada Rabu (15/1/2020) hakim memutus Samirin dengan penjara 64 hari. Samirin yang sudah menjalani masa penahanan selama 63 hari akhirnya bebas.

 

Chrst

Baca Selengkapnya

BERITA

Sejumlah Jalan di Jakarta Tergenang Banjir, Pengendara Diminta Hati-Hati

Oleh

Fakta News
(Foto: twitter @tmcpoldametro

Jakarta – TMC Polda Metro Jaya menginformasikan ruas jalan yang terendam banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya pagi ini. Tinggi genangan itu pun bervariasi.

TMC Polda Metro Jaya melalui akun Twitter resmi mereka, @TMCPoldaMetro, Selasa (25/2/2020) per pukul 09.00 WIB, menyebut sejumlah jalan tergenang banjir pagi ini. Pengendara diminta berhati-hati.

“Agar hati-hati apabila sedang melintas,” bunyi imbauan TMC Polda Metro Jaya.

Berikut adalah ruas jalan yang terendam banjir:

  1. Jl. Swadaya, Kel. Cempaka Baru, Kec. Kemayoran, Jakarta Pusat, 60 cm.
  2. Jl. Satria Raya, Grogol, Jakarta Barat, 30-50 cm.
  3. Jl. Pluit Raya, Jakarta Utara, 30-40 cm.
  4. Jl. Gunung Sahari, Jakarta Pusat, 30-40 cm.
  5. Jl. DI. Panjaitan, Kebon Nanas, Jakarta Timur, 20-40 cm.
  6. Underpass Jl. DI Panjaitan, Jakarta Timur, 100 cm, diberlakukan pengalihan arus lalin.
  7. Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur, 40-50 cm.
  8. Jl. Rawadas, Pondok Kopi, Jakarta Timur, 30-40 cm.
  9. Jl. Salemba Raya, di depan Kampus Universitas Indonesia, Jakarta Pusat, 20-40 cm.
  10. Jl. Jatiwaringin Raya, di depan Toyota, 40-50 cm.
  11. Jl. Jend. Sudirman, di depan Kampus Atmajaya, Jakarta Selatan, 20-30 cm.
  12. Jl. Pemuda, di depan Arion Jakarta Timur, 50 cm.
  13. Jl. Mabes Hankam, Jakarta Timur, 90 cm.
  14. Jl. Swadarma Raya, Jakarta Selatan (arah ke Joglo), 50 cm.
  15. Jl. S. Parman, Jakarta Barat, di depan Mal Ciputra sementara Tomang arah ke Grogol lalin dialihkan.
  16. Jl. Soepomo, Jakarta Selatan, di depan Univ. Sahid Pancoran arah ke Manggarai lalin padat.
  17. Jl. Daan Mogot Jakbar arah Pesing, 30 cm.
  18. Jl. Tendean, Jakarta Selatan, 30-50 cm.
  19. Kolong Jembatan Cakung-Cilincing, Jakarta Timur, 60 cm.
  20. Jl. Suprapto, Kampung Makassar, Jakarta Timur, 40-70 cm.
  21. Jl. Bendungan Hilir Raya, Jakarta Pusat, 30-60 cm.
  22. Jl. Raya Pondok Gede, Molek, Jakarta Timur, 30-90.

 

Munir

Baca Selengkapnya