Connect with us

Panglima TNI Andika Perkasa Mutasi 100 Perwira Tinggi

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memutasi jajarannya, ada 100 perwira tinggi (Pati) di lingkungan TNI. Mutasi ini tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/179/II/2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI.

Dalam salinan surat yang diterima redaksi, surat itu ditetapkan dan ditandatangani Kepala Sekretariat Umum TNI Brigadir Jenderal Edy Rochmatullah pada 25 Februari 2022. Dalam surat itu juga diberi keterangan akan ada perbaikan apabila terjadi kekeliruan dalam keputusan ini di kemudian hari.

“Keputusan Panglima TNI tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia yang namanya tersebut pada lampiran keputusan ini dari jabatan lama seperti tercantum dalam kolom 5 dan pengenkatan dalam jabatan baru seperti dalam kolom 6, terhitung mulai tanggal seperti tercantum dalam kolom 7,” tulis salinan keputusan tersebut, yang dikutip redaksi, Senin (28/2/2022).

“Apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya,” demikian bunyi catatan dalam surat tersebut.

Dari kebijakan mutasi ini, setidaknya terdapat 27 Pati dari tiga matra yang ternyata digeser karena segera memasuki masa purna tugas atau pensiun dari dinas kemiliteran. Dari 27 nama tersebut, di antaranya Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Letnan Jenderal Ida Bagus Purwalaksana.

Sebelum resmi pensiun, jenderal bintang tiga itu lebih dulu digeser menjadi Pati Mabes TNI Angkatan Darat. Selain itu, juga terdapat nama Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Universitas Pertahanan Mayjen Aribowo Teguh Santosa yang digeser menjadi Pati Mabes TNI AD. Jenderal bintang dua ini juga segera memasuki masa pensiun.

Berikut ini daftar lengkap perwira yang dimutasi:

1. Letjen TNI Ida Bagus Purwalaksana dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AD. 2. Mayjen TNI Dwi Jati Utomo dimutasi sebagai Staf Khsus KSAD. 3. Mayjen TNI Mohammad Munib dimutasi sebagai Pa Sahli Tk III KSAD Bid Polkamnas. 4. Brigjen TNI Aby Ismawan dimutasi sebagai Kapusziad. 5. Brigjen TNI Mirza Agus dimutasi sebagai Irdam IV/Dip. 6. Brigjen TNI Agus Setiawan dimutasi sebagai Wadansecapad. 7. Brigjen TNI Piek Budyakto dimuasi sebagai Kasdam V/Brw 8. Brigjen TNI Anton Yuliantoro dimutasi sebagai Aslog Kakostrad. 9. Brigjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar dimutasi sebagai Kasdivif 1 Kostrad. 10. Brigjen TNI Steverly Christmas Parengkuan dimutasi sebagai Dirkensinhan Ditjen Strahan Kemenhan. 11. Brigjen TNI Eko Susetyo dimutasi sebagai dimutasi sebagai Irdam XVIII/Kasuari 12. Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro dimutasi sebagai Kapoksahli Danpusterad 13. Kolonel Inf Dendi Suryadi dimutasi sebagai Danrem 091/Asrem (Samarinda) 14. Mayjen TNI Aribowo Tcguh Santoso dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AD 15. Mayjen TNI Erwin Bambang Tetuko dimutasi sebagai Wakil Rektor II Bid. Umum dan Keuangan Unhan 16. Brigjen Totok Sugiharto dimutasi sebagai Kepala Satuan Pengawas Unhan 17. Brigjen TNI Agape Zacharia R Dondokambey dimutasi sebagai Ses Ditjen Kuathan Kemhan. 18. Kolonel Czi Manofarianto dimutasi sebagai Dir SDM Diten Kuathan Kemhan 19. Marsma TNI Heraldy Dumex Dharma dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AU 20. Brigjen TNI Mohammad Rusli Kepala Biro Perencanaan Settama Lemhanas. 21. Kolones Pas Rolland Dulista G Waha dimutasi sebagai Tenaga Ahli Pengkaji Madya Bidang SKA Lemhana. 22. Laksma TNI Rusmana dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AL. 23. Kolonel Laut FY Nevy Dwi Soesanto dimutasi sebagai Bandep Ur. Pertahanan dan Keamanan Debang Setjen Wantannas. 24. Laksma TNI M Setiadono Rianto dimutasi sebagai Pati Mabes TNI Al. 25. Kolonel Laut Imam Teguh Santoso dimutasi sebagai Danpusdikbangpes. 26. Brigjen TNI Agus Sulistyo dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AL. 27. Brigjen TNI I Made Wahyu Santoso dimutasi sebagai Wasteer Panglima TNI. 28. Kolonel Mar Ichwan Dargianto dimutasi sebagai Pati Sahli KSAD Bid Ekojemen. 29. Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AD. 30. Mayjen TNI Hassanudin dimutasi sebagai Wairjenad. 31. Mayjen TNI Achad Daniel Chardin dimutasi sebagai Pangdam 1/BB. 32. Brigjen TNI Asep Setia Gunawan dimutasi sebagai Wadanpussenif Kodiklatad. 33. Brigjen TNI Tri Winarno dimutasi sebagai Pa. Sahli Tk. II KSAD Bid Kamteror. 34. Brigjen TNI Diding Ahmad Kizwini dimutasi sebagai Irben Itjenad. 35. Kolonel Cba Nissa Yani dimutasi sebagai Dirum Pusbengkangad. 36. Brigjen TNI Sulistiyono dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AD. 37. Brigjen TNI Dwi Wahyudi dimutasi sebagai Dirjianbang Akmil. 38. Brigjen TNI Teguh Bangun Martoto dimutasi sebagai Dirjianbang Akmil. 39. Brigjen TNI Faisal Ahmadi dimutasi sebagai Direjenad. 40. Brigjen TNI Sachono dimutasi sebagai Danpudikpengmilum Kodiklatad. 41. Brigjen TNI Khairul A Mandailing dimutasi sebagai Asops Kaskogabwilhan II. 42. Kolonel Inf Aminudin dimutasi sebagai Kadisjasad. 43. Brigjen TNI Agung Zamani dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AD. 44. Brigjen TNI Arif Bukhori dimutasi sebagai Pa Sahli TkII KSAD Bid Intekamil. 45. Brigjen TNI Husein Sagaf dimutasi sebagai Ir Kopassus. 46. Kolonel Inf Choirul Anam dimutasi sebagai Danrem 163/WSA Denpasar. 47. Brigjen TNI Mu’tamar dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AD. 48. Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya dimutasi sebagai Pa Sahli TK II KSAD Bid. Indag. 49. Brigjen TNI Stepanus Mahury dimutasi sebagai Kasdam XVI/Ptm. 50. Brigjen TNI Wachid Apriliyanto dimutasi sebagai Aspotwil Kaskogabwilhan III. 51. Brigjen TNI Hadi Basuki dimutasi sebagai Kasdam IM. 52. Kolonel Inf Arif Cahyono dimutasi seabgai Waaspres KSAD Bid Binpers. 53. Mayjen TNI Wawan Ruswandi dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AD. 54. Brigjen TNI AD Darmono Susastro dimutasi sebagai Aspers KSAD. 55. Brigjen TNI Dian Sundiana dimutasi sebagai Kasdam II/Siw. 56. Brigjen TNI Arnold Aristoteles Papalna Ritiauw dimutasi sebagai Ir Divif 3 Kostrad. 57. Brigjen TNI Maulana Ridwan dimutasi sebagai Danrem 151/Binaiya Kodam IV/Ptm. 58. Brigjen TNI Yudha Medy Dharma dimutasi sebagai Waasintel KSAD Bid Intel. 59. Kolonel Arm Joko Purnomo dimutasi sebagai Dirum Akmil. 60. Brigjen TNI Yoannes Dwi Pasetyo dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AD. 61. Brigjen TNI Maryono dimutasi sebagai Wakapusziad. 62. Brigjen TNI Agus Prangarso dimutasi sebagai Waaslog KSAD Bid Paskon BMN. 63. Brigjen TNI Mohamad Arifin dimutasi sebagai Pa Sahli TK II KSAD Bid Komsos. 64. Brigjen TNI Triadi Murwanto dimutasi sebagai Irdam Jaya. 65. Brigjen TNI Makmur Umar dimutasi sebagai Pa Sahli TK II Panglima TNI. 66. Brigjen TNI Aufit Chaniago dimutasi sebagai Pa Sahli Tk II KSAD. 67. Kolonel Inf Kosasih dimutasi sebagai Karopeg Setjen Kemhan. 68. Brigjen TNI Dwi Angga Suwono dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AD. 69. Brigjen TNI Yustinus Agus Peristiwanto dimutasi sebagai Ir Puspalad. 70. Brigjen TNI Fajar Budiman dimutasi sebagai Pa Sahli Tk II Panglima TNI. 71. Brigjen TNI Agus Firman Yusmono dimutasi sebagai Ir Divif I Kostrad. 72. Brigjen TNI Firman Dahlan dimutasi sebagai Dirdik Secapaad. 73. Kolonel Inf Farouk Pakar dimutasi sebagai Danrem 142/Tatag Kodam XIV/Han. 74. Brigjen TNI I Made Riawan dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AD. 75. Brigjen TNI Tagar Pujiasambada dimutasi sebagai Kadispsiad. 76. Brigjen TNI Sutjipto dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AD. 77. Brigjen Sugiyono dimutasi sebagai Ir Pussenif Kodiklatad. 78. Brigjen TNI Mateus Jangkung dimutasi sebagai Waaster KSAD Bid Ren dan Puanter. 79. Kolonerl Inf Ujang Darwis dimutasi sebagai Danrem 045/Gaya Kodam II/Swj. 80. Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AD. 81. Kolonel Inf Widjanarko dimutasi sebagai Danrem 084/BJ Kodam V/Brw. 82. Mayjen TNI Marrahmat dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AD. 83. Laksma TNI Indaryanto dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AL. 84. Kolonel Laut Liber Sihombing dimutasi sebagai Kadispamsanal. 85. Brigjen TNI Andi Rukman dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AL. 86. Laksma TNI Suradi Agung dimutasi sebagai Kadispotmaral. 87. Laksma TNI Nanang Eko Ismurdianto dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AL. 88. Laksma TNI Trismadi dimutasi sebagai IR Pushidrosal. 89. Laksma TNI Tedi Risnayadi dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AL. 90. Kolonel Laut Ferdy Hendarto Susilo dimutasi sebagai Dankoppeba Koarmada II. 91. Marsma TNI Teguh Purwo dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AU. 92. Marsma TNI Tri Korjawan Eko dimutasi sebagai Kadiskomlekau. 93. Kolonel Lek Teguh Darmawan dimutasi sebagai Kadisinfolahtaau. 94. Marsma TNI Joseph Rizki P dimutasi sebagai Wadan Kaharmatau. 95. Mayjen TNI Abdul Haris Napoleon dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AD. 96. Brigjen TNI Hulwani dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AD. 97. Brigjen TNI Ignasius Wahyu Hadi Prasetyo dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AD. 98. Marsma TNI Suparno dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AU. 99. Laksma TNI Aruman dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AL. 100. Laksma TNI Sulistiawan dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AL.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

DPR RI Minta Jepang Ajarkan ‘Smart Farming’ kepada Petani Muda Indonesia

Oleh

Fakta News
DPR RI Minta Jepang Ajarkan ‘Smart Farming’ kepada Petani Muda Indonesia
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel, saat menerima delegasi dari partai berkuasa di Jepang, Liberal Democratic Party (LDP), di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara III, DPR RI, Jakarta, Jumat (3/5/2024). Foto: DPR RI

Jakarta – DPR RI, melalui Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel, meminta Jepang untuk menerima petani muda Indonesia untuk belajar bertani dengan metode smart farming di negara tersebut. Hal itu ia sampaikan saat menerima delegasi dari partai berkuasa di Jepang, Liberal Democratic Party (LDP), di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara III, DPR RI, Jakarta, Jumat (3/5/2024).

“Bukan untuk bekerja dan juga bukan untuk sekolah, tapi belajar praktik bertani yang baik dan berkualitas serta smart farming kepada petani muda Indonesia. Cukup satu tahun saja,” kata Gobel.

Gobel mengatakan, dunia sedangkan dihadapkan pada krisis pangan akibat perubahan iklim dan konflik geopolitik dunia. Perubahan iklim berdampak pada hadirnya cuaca panas yang tinggi atau curah hujan yang berlebihan dan tidak pasti. Sedangkan, konflik geopolitik berdampak pada kenaikan harga pupuk yang tinggi.

“Semua itu berakibat Indonesia melakukan impor beras dengan jumlah yang sangat besar. Padahal Indonesia adalah negara agraris, memiliki lahan yang luas, tanah yang subur, dan jumlah petani yang besar. Namun faktanya Indonesia harus impor beras dari berbagai negara seperti Myanmar, Vietnam, Thailand, India, dan Cina,” jelas Politisi Fraksi Partai NasDem itu.

Di sisi lain, kata Gobel, Jepang adalah negara yang memiliki keunggulan teknologi sehingga bisa menghasilkan produktivitas pertanian yang besar dan kemampuan menghadapi perubahan iklim. Selain itu, katanya, produk pertanian Jepang dikenal dengan cita rasa yang lezat dan memiliki harga yang bagus. Ia juga meminta Jepang mengajarkan pembuatan pupuk organik dan smart farming. Teknologi penggilingan beras Jepang, katanya, juga menghasilkan beras yang berkualitas.

Walaupun sudah melakukan impor beras dengan jumlah sangat besar, kata Gobel, secara ironis harga beras di Indonesia tetap tinggi.

“Harga beras premium di Indonesia mendekati harga beras di Jepang. Padahal kualitasnya sangat berbeda. Tentu ini memprihatinkan,” kata pria yang pernah ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Utusan Khusus untuk Jepang tersebut.

Selain itu, katanya, karena jumlah petani di Indonesia sangat besar maka membangun pertanian akan secara otomatis akan meningkatkan kesejahteraan penduduk Indonesia.

“Jumlah penduduk Indonesia juga sangat besar. Jadi memecahkan masalah kebutuhan pokok ini akan sangat fundamental bagi kemajuan dan stabilitas Indonesia. Untuk itu, saya berharap Jepang dan Indonesia bisa meningkatkan kerja sama yang lebih erat di bidang pertanian ini,” jelasnya.

Selain itu, Gobel juga menyampaikan tentang pentingnya Jepang membagi teknologinya dalam pengolahan air bersih. Hingga saat ini, katanya, masalah penyediaan air bersih yang sehat masih merupakan tantangan besar bagi Indonesia.

“Air bersih higienis sangat penting dalam mengatasi stunting dan penyakit kulit. Dua hal ini masih merupakan problem mendasar bagi masyarakat lapis bawah Indonesia dan bagi peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Jepang memiliki kemampuan dan teknologi pengolahan air bersih yang sehat,” katanya.

Jika masalah pertanian dan penyediaan air bersih bisa diatasi Indonesia, kata Gobel, maka ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik lagi. “Ini tentu saja juga akan baik bagi ekonomi kawasan di Asia Tenggara dan akan memiliki dampak yang baik pula bagi ekonomi Jepang. Jadi ini kerja sama yang sifatnya saling menguntungkan,” katanya.

Adapun Delegasi Jepang itu dipimpin oleh Ketua Badan Riset Kebijakan LDP, Tokai Kisaburo. Sedangkan anggota delegasinya antara lain Ketua Harian Badan Riset Kebijakan LDP Shibayama Masahito dan Kepala Sekretariat Badan Riset Kebijakan LDP Nakai Toyoron. Hadir pula Wakil Dirjen untuk urusan Asia Tenggara dan Asia Barat Daya Kementerian Luar Negeri Jepang Hayashi Makoto serta Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasushi Masahi.

Baca Selengkapnya

BERITA

Tindakan Penyimpangan Turis Nakal di Bali Harus Ditangani secara Bijaksana

Oleh

Fakta News
Tindakan Penyimpangan Turis Nakal di Bali Harus Ditangani secara Bijaksana
Anggota Komisi III DPR RI I Wayan Sudirta dalam foto bersama usai mengikuti pertemuan Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI di Denpasar, Bali. Foto: DPR RI

Denpasar – Tim Komisi III DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Reses ke Denpasar, Bali. Salah satu yang disoroti Komisi III dalam Kunker Reses ini adalah banyaknya turis yang melakukan tindakan penyimpangan, seperti pelanggaran adat maupun tindakan semena-mena lainnya. Tak ayal,  tindakan tersebut kerap menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR RI I Wayan Sudirta berharap kepada Kapolda Bali Ida Bagus Kade Putra Narendra agar penanganan yang bijak terhadap pelanggaran, sambil tetap memperhatikan dan menghormati adat serta budaya Bali.

Oleh karena, menurut I Wayan, bahwa Bali memiliki cara tersendiri untuk menangani turis yang berulah. Sehingga, tidak bisa serta merta langsung dilakukan deportasi.

“Karena bagaimana pun orang Bali hidup dari sektor pariwisata. Sehingga sudah tidak asing dengan keberadaan turis. Namun, jangan juga sampai terlalu lemah karena turis yang berulah akan mengotori pariwisata-pariwisata yang ada, sehingga malah Bali bisa jatuh perekonomiannya. Jadi harus dicari solusi yang bijak,” ungkap I Wayan dalam pertemuan di Denpasar, Bali, Jumat (3/5/2024).

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu pun menyampaikan apresiasinya terhadap Kapolda Bali beserta segenap jajarannya karena telah berhasil menangani banyak kasus dengan pendekatan restorative justice. Selain itu, Polda Bali juga dinilai telah bekerja sama baik dengan lembaga imigrasi yang berada di bawah lingkup Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Provinsi Bali dalam penanganan kasus penyimpangan turis.

“Saya juga tentunya mengapresiasi Kapolda Bali dan segenap jajaran atas kinerjanya. Bagaimana mereka mengawasi, serta menindak pelaporan-pelaporan yang ada rerlebih mengedepankan restorative justice sebagai jalan keluar penanganan kasus,” pungkasnya.

Menanggapi masukan tersebut, Kapolda Bali Ida Bagus Kade Putra Narendra juga sepakat dengan gagasan I Wayan Sudirta bahwa penanganan terhadap turis yang berulah harus dilakukan dengan hati-hati. Khususnya, mempertimbangkan dampaknya terhadap sektor pariwisata dan kelestarian budaya Bali.

“Kami akan bekerja sama, jika diperlukan lintas sektoral untuk menemukan solusi yang menghormati adat, budaya, dan kepentingan ekonomi masyarakat Bali,” ujar Ida Bagus.

Kunjungan kerja reses ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju penanganan yang lebih baik terhadap turis nakal di Bali. Dengan pendekatan yang bijaksana dan kolaborasi lintas sektoral antara Kapolda Bali, institusi terkait, serta pemerintah daerah, diharapkan akan tercipta lingkungan pariwisata yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi wisatawan dan masyarakat setempat.

Baca Selengkapnya

BERITA

Peredaran Narkoba Beralih ke Ranah Daring, Johan Budi Minta Perkuat BNNP

Oleh

Fakta News
Peredaran Narkoba Beralih ke Ranah Daring, Johan Budi Minta Perkuat BNNP
Anggota Komisi III DPR Johan Budi saat bertukar cenderamata usai Rapat Kerja Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) di Denpasar, Bali, Kamis (02/05/2024). Foto: DPR RI

Denpasar Komisi III DPR RI mengungkapkan kekhawatirannya terhadap meningkatnya modus operandi peredaran narkoba yang beralih ke ranah daring (online) melalui platform media sosial dengan menggunakan modus kamuflase. Pernyataan ini disampaikan Anggota Komisi III DPR Johan Budi dalam Rapat Kerja Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) di Denpasar, Bali, Kamis (02/05/2024).

“Menarik sekali yang disampaikan BNN Provinsi Bali. Mereka menjelaskan adanya jual beli narkoba melalui online. Nah ini cukup mengagetkan buat saya, kok bisa narkoba ini diperjual belikan melalui online, hal ini terungkap ketika BNNP Bali menangkap tersangka di lapangan,” ungkapnya.

Dalam konteks ini, Johan Budi menekankan perlunya penguatan pada Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menghadapi perubahan modus operandi tersebut. Menurutnya, modus operandi peredaran narkoba akan selalu berubah-ubah. Untuk itu, perlu penguatan-penguatan kepada BNN agar lebih maksimal dalam memberantas peredaran narkoba ini. Selain itu, lanjutnya, kekurangan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor, terutama di daerah, ada sebagian yang juga pegawainya atau penyidiknya cuma sedikit.

“Ini problem laten yang perlu segera diperbaiki. Saya sendiri ketika rapat dengan BNN di Komisi III mengusulkan, agar BNN ini diberi penguatan, termasuk penyediaan sumber daya manusia, infrastruktur yang ada di daerah, termasuk soal rehabilitasi,” pungkas Legislator Dapil Jatim VII ini.

Johan menambahkan, pusat rehabilitasi narkoba ini juga menjadi sangat penting dalam kaitannya dengan restorative justice bagi para pengguna narkoba. Pengguna narkoba, tambahnya, di beberapa negara itu dikategorikan sebagai korban, bukan pelaku, bukan tersangka, sehingga pusat rehabilitasi menjadi penting. Jadi yang sebetulnya tersangka itu seharusnya pengedar dan bandar.

“Menurut saya untuk pengguna narkoba dapat diselesaikan melalui restorative justice, dengan mendapatkan kesempatan untuk dilakukan rehabilitasi medis ataupun sosial, tanpa harus menunggu putusan dari pengadilan,” tutup Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Johan berharap pertemuan Kunker Reses ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga terkait. Selain itu juga untuk mengimplementasikan strategi yang lebih efektif dalam mengatasi peredaran narkoba yang semakin canggih dan menyebar melalui platform digital. Langkah-langkah preventif dan represif yang terintegrasi diharapkan dapat mengurangi dampak negatif peredaran narkoba di masyarakat.

Baca Selengkapnya