Connect with us

Tan Malaka, Sosok Sunyi Di Balik Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945

Tan Malaka

Jakarta – Kala itu Juli 1945, Sutan Sjahrir mencari Tan Malaka karena dianggap sebagai tokoh yang paling layak membacakan teks proklamasi. Meskipun dikenal juga sebagai tokoh gerakan bawah tanah menentang Jepang, Sjahrir bukanlah sosok yang pantas, karena dia dianggap kurang begitu populer di kalangan masyarakat. Sedangkan Soekarno-Hatta adalah kolaborator Jepang.

Rudolf Mrazek dalam bukunya, Sjahrir: Politik dan Pengasingan di Indonesia, menceritakan bahwa berbagai upaya telah dilakukan Sjahrir untuk mencari Tan yang 20 tahun  berada dalam pelarian.

Setelah beberapa kali mencari, Sjahrir akhirnya berhasil bertemu dengan Tan. Tapi upaya Sjahrir gagal, Tan merasa tidak siap untuk membacakan teks proklamasi. Sebenarnya sangat disayangkan, ketika proklamasi dikumandangkan, tidak ada sosok Tan Malaka di sana. Apalagi mengingat bahwa konseptor pertama Republik Indonesia adalah Tan, ini tertuang dalam salah satu opus magnum-nya, Naar de Republiek Indonesia, yang ia susun tahun 1925 saat masih di Belanda. Buku itu selanjutnya menjadi pegangan wajib tokoh-tokoh pergerakan nasional waktu itu, termasuk juga Soekarno.

Tidak bisa hadir saat proklamasi bisa jadi menjadi penyesalan terbesar bagi tokoh sekaliber Tan Malaka. Meski demikian, bukan berarti dia tidak mempunyai peran penting. Beberapa literatur mengatakan, bahwa tokoh yang menggerakkan Sukarni dan rekan-rekannya, adalah Tan Malaka.

Waktu itu, 6 Agustus 1945, Tan datang ke rumah Sukarni menggunakan nama Ilyas Husain. Beberapa tokoh pemuda juga datang. Tak hanya sekali, 14 Agustus, untuk kali kedua Tan datang ke rumah Sukarni, lagi-lagi membicarakan masalah nasib bangsa. Meski demikian, Tan Malaka tidak bisa seenaknya keluar menampakkan diri, karena dia masih dalam status buron pemerintah militer Jepang.

Sekira tiga minggu selepas proklamasi, Sukarno menyuruh Sayuti Melik mencari Tan Malaka. Soekarno ingin bertemu karena ia mendengar bahwa Tan tengah berada di Jakarta. Sebagai bagian dari golongan muda, Sayuti cukup tahu di mana Tan berada. Pertemuan pun diatur sedemikian rupa.

Dalam kesaksiannya yang pernah dimuat di Sinar Harapan 1976, Sayuti mengatakan bahwa Sukarno berpesan kepada Tan untuk mengganti posisi Soekarno jika ada sesuatu terjadi dengan dirinya dan Hatta.

Amanah Sukarno ditanggapi dengan biasa oleh Tan. Itu tertulis dalam memoarnya, Dari Penjara ke Penjara, Tan mengatakan, “saya sudah cukup senang bertemu Presiden Republik Indonesia, republik yang sudah lama saya idamkan.”

Kemerdekaan tidak menjadikan hidup Tan merdeka, ia tetap menjadi tokoh yang dikejar-kejar, bahkan oleh negara yang dicita-citakannya sendiri.

1949 Tan meninggal di ujung bedil tentara republik di seputaran Kediri, Jawa Timur.

Dan sampai mati, Tan tetaplah Bapak Revolusi yang sunyi.

 

Munir

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Tinjau Penyekatan di Pelabuhan Merak, Kapolri: Waspadai Hari Terakhir Mudik Dan Libur Wisata

Oleh

Fakta News

Cilegon – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengecek penyekatan di pelabuhan Merak, Banten. Kapolri meminta petugas penyekatan semakin meningkatkan penjagaan jelang Idul Fitri, terutama di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, kebiasaan masyarakat menyebrang saat malam hingga pagi hari.

“Saya memang tahu di wilayah Banten untuk arus yang melakukan kegiatan mudik di tahun sebelumnya, kecenderungannya akan semakin ramai saat akan menjelang malam dan menjelang pagi. Ini tentunya rekan-rekan harus hadapi dalam beberapa hari terakhir,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di Dermaga Eksekutif Merak, Minggu (9/5/2021).

Kapolri meninjau bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Kemudian hadir juga Ketua DPR Puan Maharani, Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo.

Jajaran pejabat utama Mabes Polri juga turut hadir seperti Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono, Asops Kapolri Irjen Imam, Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, serta Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono.

Kemudahan saat libur Idul Fitri, Kapolri juga meminta lokasi wisata yang masuk kedalam zona merah harus ditutup. Sedangkan objek wisata yang buka, harus berdiri posko untuk mengingatkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) covid-19.

Pembagian masker ke wisatawan hingga pengecekkan kesehatan wajib dilakukan, untuk memastikan masyarakat yang berlibur dalam kondisi sehat.

“Kemudian lakukan kegiatan pengecekkan secara random, suhu nya di periksa, sehingga kita yakin pengunjung yang masuk kondisinya aman,” terangnya.

Kapolri juga mengingatkan petugas yang berjaga dan penyekatan di setiap cek point hingga destinasi wisata harus sehat hingga menerapkan prokes, agar tidak terpapar corona.

Kapolri berharap penyekatan arus mudik dan pengetatan di objek wisata diharapkan bisa mencegah penyebaran virus covid-19 di Indonesia, yang sudah mulai bisa dikendalikan.

“Rekan-rekan juga harus dalm kondisi sehat, lakukan swab antigen, saat akan dinas atau turun dinas melaksanakan. Sehingga kita yakin aman dan keluarga selamat,” jelasnya.

Baca Selengkapnya

BERITA

Pasukan Perdamaian Indonesia Disuntik Vaksin COVID-19

Oleh

Fakta News

Jakarta – Pasukan Perdamaian Indonesia yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL menerima vaksinasi COVID-19 tahap pertama, Sabtu (08/05). Kegiatan yang melibatkan 1230 orang prajurit TNI ini dipimpin oleh Dankonga Kolonel Inf Amril Haris Isya Siregar.

Pemberian vaksin AstraZeneca yang merupakan hibah dari pemerintah India kepada personel Satgas ini dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda, yakni di Chinmed Hospital Lv1+ Sector East dan HQ Hospital Naqoura.

“Seluruh prajurit akan divaksin”, ujar sang komandan.

Dansatgas menambahkan, personel Satgas sangat berisiko tinggi terpapar COVID-19 ketika bersinggungan dengan masyarakat. Oleh karena itu, personel Satgas tidak boleh terpapar virus, apalagi sampai menularkan virus kepada masyarakat.

“Meskipun telah divaksin, saya perintahkan kepada seluruh personel Satgas untuk tetap menjalankan protokol kesehatan karena itu merupakan senjata utama untuk melawan COVID-19,” tegas Dansatgas.

Lebih lanjut disampaikan, pelaksanaan vaksinasi ini turut mendukung program pemerintah bahwa setiap prajurit TNI dimanapun bertugas wajib melaksanakan vaksinasi COVID-19 sebagai upaya untuk melindungi diri, keluarga dan orang lain serta untuk membantu pemerintah dalam mempercepat penanganan pandemi COVID-19.

Baca Selengkapnya

BERITA

Indonesia Kecam Tindak Kekerasan Israel ke Warga Sipil Palestina di Al-Aqsa, Menlu Retno: Lukai Perasaan Umat Muslim

Oleh

Fakta News
Menlu Retno Marsudi

Jakarta – Indonesia mengecam keras aksi polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, saat bentrok dengan warga sipil. Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), pemerintah Indonesia mengatakan tindakan kekerasan itu melukai perasaan umat Islam.

“Indonesia juga mengecam tindak kekerasan terhadap warga sipil Palestina di wilayah Masjid Al-Aqsa yang menyebabkan ratusan korban luka-luka dan melukai perasaan umat muslim,” kata Kemlu, melalui akun Twitter-nya, Minggu (9/5/2021).

Indonesia juga mengecam pengusiran paksa 6 warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Pengusiran paksa dan tindakan kekerasan di Masjid Al-Aqsa itu dinilai bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB.

“Pengusiran paksa dan tindakan kekerasan tersebut bertentangan dengan berbagai resolusi DK PBB, hukum humaniter internasional, khususnya Konvensi Jenewa IV tahun 1949, dan berpotensi menyebabkan ketegangan dan instabilitas di kawasan,” tutur Kemlu.

Kemlu mengatakan pengusiran paksa dan tindakan kekerasan terhadap warga Palestina itu bisa menyebabkan ketegangan di kawasan. Karena itu, Indonesia pun mendesak masyarakat internasional melakukan langkah nyata untuk menghentikan tindakan aparat Israel itu.

“Mendesak masyarakat internasional lakukan langkah nyata untuk menghentikan langkah Pengusiran paksa warga Palestina dan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil,” lanjut Kemlu.

Sebelumnya, bentrokan berdarah antara polisi Israel dan warga Palestina yang ada di Masjid Al-Aqsa pecah. Bentrokan yang membuat ratusan orang terluka ini terjadi usai buka puasa.

Sedikitnya 178 warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan dengan polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, pada Jumat (7/5) malam waktu setempat. Polisi Israel menggunakan peluru karet dan granat kejut terhadap warga Palestina yang melemparkan batu ke arah mereka.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/5), bentrokan ini pecah saat kemarahan memuncak di kalangan warga Palestina terkait potensi penggusuran sejumlah keluarga Palestina dari rumah-rumah mereka yang tanahnya diklaim oleh para pemukim Yahudi yang menggugat ke pengadilan.

Baca Selengkapnya