Ada Apa dengan Sandi?

Dody M Barus
  • Fakta.News - 23 Nov 2018 | 18:09 WIB
Ada Apa dengan Sandi?

Belakangan ini, mungkin banyak di antara kita yang menertawakan Cawapres Sandiaga Uno karena dianggap bertingkah aneh. Sebut saja omongannya tentang Ibu Lia yang berbekal Rp. 100.000,- hanya dapat membeli cabe dan bawang di pasar. Sebut juga tentang tempe setipis ATM, atau tentang harga nasi ayam di Singapura lebih murah daripada di Jakarta. Netizen pun kemudian beramai-ramai melakukan aksi untuk menertawakan sang cawapres. Mulai dari mengirimkan video belanja di pasar dengan modal Rp. 100.000,-, meme tentang tempe yang sebesar balok, ataupun video sedang makan siang dengan menu nasi ayam.

Tapi tunggu dulu. Apa benar sesederhana itu masalahnya?

Kalau kita melihat siapa sebenarnya Sandiaga Uno, rasanya tak mungkin dia selugu tindakan yang ditunjukkannya. Selugu-lugunya Sandiaga Uno, dia tetaplah seorang yang piawai berbisnis. Orang seperti ini tidak mungkin selugu tindakan yang dpamerkannya selama ini. Pasti ada sesuatu di balik semua tindakannya.

Beberapa analisis kemudian bermunculan. Kita akan bahas satu per satu teori-teori yang paling populer di masyarakat tentang tindakan nyeleneh Sandiaga Uno ini.

  1. Kampanye Gratis.

Sebagian orang berteori bahwa tindakan-tindakan nyeleneh Sandiaga Uno tersebut adalah upaya mendongkrak popularitas dengan biaya murah. Dengan melakukan tindakan konyol, diharapkan popularitasnya akan menanjak akibat media massa dan media sosial memviralkan peristiwa tersebut. Semakin konyol tindakannya, semakin besar efek yang dihasilkan karena semakin lama durasi tayang berita tersebut. Hal ini ditambah lagi dengan viralnya info tersebut di media sosial, baik dari pihak pendukung maupun pihak lawan yang berulang kali memposting info tersebut dengan tone-nya masing-masing.

Teori ini ada benarnya, walaupun yang dibutuhkan untuk keterpilihan dalam kontestasi semacam pilpres bukan hanya popularitas, tapi juga elektabilitas.

BACA JUGA:

Tulis Komentar