Asri Hardini Pahlawan Lingkungan Kampung Jojoran Baru

  • Fakta.News - 29 Mar 2018 | 10:43 WIB
Pahlawan Lingkungan Kampung Jojoran Baru
Pahlawan Lingkungan Asri Hardini(Foto: Ambrosius Harto)

Surabaya – Pahlawan lingkungan, tak terkecuali hanya lingkungan kampung, banyak yang tak terlihat di Indonesia. Padahal kisahnya bisa minginspirasi banyak orang.

Salah satu dari yang kurang terdengar adalah Asri Hardini, ibu tiga anak dan lima cucu dari Kampung Jojoran Baru III Kota Surabaya, yang disebut sebagai pahlawan ekonomi kampungnya.

Ya, apa yang dilakukan Asri mungkin tak istimewa. Namun siapa sangka hal kecil yang ia lakukan, yaitu menata lingkungan kampung, nyatanya memberi dampak besar terhadap kemajuan dan kemandirian kampungnya. Kini, namanya bahkan cukup disegani di kampung Jojoran Baru III Surabaya, Jawa Timur.

Lingkungan kampung dalam kota metropolitan itu bisa dikatakan tertata asri dan nyaman berkat dirinya. Kampungnya berupa deretan 55 rumah yang dibelah gang sepanjang 200 meter dan lebar 5 meter. Di sepanjang gang kampung yang dihuni 65 keluarga itu, penuh deretan pohon dan kembang dalam pot.

Liha saja, selain banyak pohon jeruk, ada juga delima, belimbing, sawo, jambu, mangga, dan kersen. Ada juga aneka bunga seperti mawar, melati, kamboja, tanaman obat keluarga (jahe, kunyit, kencur, temulawak). Sudah begitu rimbun pada rangka kanopi sehingga gang jadi terlihat sejuk dan teduh.

Baca Juga: Legenda Tari dari Buleleng

Di setiap rumah, ada dua tong sampah plastik. Satu tong untuk sampah organik yang menjadi bahan pupuk kompos. Pupuk dipakai untuk pemeliharaan tanaman sendiri atau dibagikan kepada yang memerlukan. Satu tong lainnya untuk sampah yang tidak bisa didaur ulang atau dipakai kembali.

Di beberapa rumah juga terlihat rak-rak hidroponik dari pipa plastik. Rak ditaruh di pagar, halaman, atau teras lantai dua rumah. Warga menggunakannya untuk membudidayakan seledri, daun bawang, sawi, kol, atau wortel untuk keperluan pribadi dan selebihnya dijual.

Kalangan remaja karang taruna membudidayakan lele di tong-tong plastik. Kampung itu juga memiliki tandon-tandon air yang terhubung dengan pipa. Tandon dialiri air limbah mandi, cuci, masak yang telah diproses secara mandiri oleh warga. Air untuk menyiram tanaman. Asri bukan?

BACA JUGA:

Tulis Komentar