Connect with us

Ganjar Jadi Orang Pertama di Jateng yang Divaksin Covid-19

Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjadi orang pertama di Jawa Tengah yang menerima vaksinasi Corona. Diikuti oleh pejabat forkompimda lainnya, penyuntikan dilakukan di RSUD Tugurejo Semarang.

Dari data Dinkes Jateng, yang mengikuti vaksinasi tahap pertama ini selain nakes yaitu Untuk tingkat provinsi di antaranya adalah Gubernur, Wagub (Taj Yasin Maimoen), Pangdam IV Diponegoro (Mayjen Bakti Agus Fadjari), Kapolda Jateng (Irjen Pol Ahmad Luthfi).

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah (Yulianto Prabowo), Direktur RSUD Tugurejo (Haryadi Ibnu Junaedi), Ikatan Dokter Indonesia (Muhammad Heru Muryawan), Pimpinan wilayah PPNI (Edy Wuryanto), tokoh agama Islam (KH Akhyani) dan dari tokoh agama Katolik (Romo FX Sugiyono Pr), dan wakil Ketua DPRD Jateng (Sukirman).

Dipandu dokter Aini, Ganjar mulai diarahkan ke meja 1 untuk pendaftaran pada pukul 07.35 WIB, kemudian dilanjutkan ke meja 2 untuk screening pemeriksaan sederhana seperti suhu tubuh dan tekanan darah. Setelah itu ada 16 pertanyaan yang harus dijawab oleh Ganjar perihal kondisi kesehatannya.

Dilanjutkan ke meja 3, Ganjar menjalani penyuntikan oleh Dr Zulfahmi spesialis penyakit dalam. Proses penyuntikan berjalan lancar dan Ganjar langsung mengucap hamdalah. “Sudah selesai? alhamdulillah,” kata Ganjar usai menerima vaksin Sinovac, Kamis (14/1/2021).

Berikutnya Ganjar menuju meja 4 yang merupakan meja pencatatan dan pelaporan untuk mendapatkan kartu vaksinasi. Ia juga diarahkan menunggu 30 menit untuk melihat apakah ada kejadian ikutan pasca imunisasi (Kipi).

Ganjar berkomentar langsung terkait pengalamannya usai divaksin. Menurutnya hal ini biasa karena ketika akan berangkat Haji atau Umroh pun melakukan penyuntikan.

“Rasanya kayak dicokot semut (seperti digigit semut), jadi enggak usah takut. Tidak ada persiapan, waktu kecil pernah dapat imunisasi, waktu umroh, jaji kan (disuntik) miningitis. Masyarakat tidak perlu takut. Jadi kawan-kawan Forkopimda serentak di Jateng, saya ucapkan terimakasih kepada kawan forkopimda, TNI Polri, pak Wagub, dan semuanya. Kita tunggu 30 menit di sini,” tandas Ganjar.

Ganjar berpesan agar masyarakat tidak ragu karena vaksinasi ini merupakan ikhtiar untuk melawan pandemi Corona yang sudah setahun melanda. Namun ia mengimbau jika sudah menerima vaksin, protokol kesehatan tetap harus dijaga.

“Kehalalan sudah, keamanan sudah, jadi ini bagian ikhtiar untuk melawan COVID-19. Tapi bukan berarti setelah divaksin protokol menurun, protokol harus ketat. Kalau sudah 70 persen di Indonesia ini (sudah divaksin), nah kita lihat apa yang terjadi, bagaimana imunitasnya,” jelas Ganjar.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman juga mengungkapkan tidak merasakan efek dari virus Sinovac yang baru saja disuntikkan. Sambil bercanda ia mengatakan lebih sakit khitan daripada vaksinasi.

“Tidak apa-apa. Malah lebih sakit sunat,” kata Sukirman.

Sementara itu Ketua Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah sekaligus anggota DPR RI komisi IX, Edy Wuryanto mengatakan Banyak tenaga kesehatan yang sudah gugur dalam penanganan COVID-19, maka masyarakat diharapkan memberi dukungan dan membantu. Salah satunya dengan bersedia divaksin.

Untuk diketahui, proses vaksinasi pertama itu disiarkan langsung lewat youtube Ganjar Pranowo dan Pemprov Jateng.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Besok, Presiden Jokowi Lantik Komjen Listyo Sigit Sebagai Kapolri

Oleh

Fakta News
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan melantik Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri pada Rabu, esok. Pelantikan akan digelar di Istana Negara.

“Besok rencana pelantikan (Komjen Listyo Sigit sebagai Kapolri) di Istaana Negara,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, Selasa (26/1/2021).

Brigjen Rusdi mengatakan usai pelantikan di istana negara, Polri akan melaksanakan upacara tradisi serah-terima panji Polri Tribrata di ruang Rupatama Mabes Polri. Tradisi serah-terima panji menandakan serah-terima jabatan Kapolri yang lama ke yang baru.

“Itu kegiatannya ada penyerahan panji Polri Tribrata dari Kapolri lama ke yang baru. Pascapelantikan di Istana. Itu kegiatan di internal sini,” ujarnya.

Rusdi mengatakan, seusai upacara serah-terima panji Polri, akan dilanjutkan dengan serah-terima Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari. Ketua yang lama, yakni istri Jenderal Idham Azis, Fitri Idham Azis, akan menyerahkan posisi Ketua Bhayangkari kepada istri Komjen Sigit, Juliati Sapta Dewi Magdalena, selaku istri Kapolri baru.

“Setelah itu, ada serah-terima Ketua Umum Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari. Itu ada penyerahan dua organisasi itu ya, organisasi Bhayangkari dengan Yayasan Kemala Bhayangkari. Dari ketua yang lama kepada yang baru,” ujarnya.

Lebih lanjut Rusdi mengatakan, Juliati Sapta Dewi Magdalena juga akan diangkat sebagai ibu asuh Polisi Wanita (Polwan). Rusdi menyampaikan acara akan dilangsungkan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

“Ketiga pengangkatan ibu asuh Polwan RI semua dilaksanakan di Mabes dengan memperhatikan protokol kesehatan ketat. Beberapa pejabat hadir virtual. Kita berdoa semua, besok Pak Listyo Sigit bisa dilantik,” imbuhnya.

Baca Selengkapnya

BERITA

Jadi Tersangka Dugaan Rasisme, Bareskrim Polri Jemput Paksa Ambroncius Nababan

Oleh

Fakta News
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono

Jakarta – Bareskrim Polri telah resmi menetapkan Ambroncius Nababan sebagai tersangka kasus dugaan tindakan rasisme kepada eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan penetapan tersangka itu setelah dilakukannya pemeriksaan terhadap Ambroncius sebagai saksi pada kemarin hari dan lima saksi ahli, diantaranya ahli pidana dan bahasa.

Setelah itu, kata Argo, pihak kepolisian langsung melakukan gelar perkara pada hari ini yang dipimpin oleh Karo Wasidik Bareskrim Polri, dan diikuti oleh, penyidik Siber Bareskrim Polri, Propam Polri, Itwasum Polri dan Divkum Polri.

“Kemudian setelah gelar perkara hasil kesimpulam gelar perkara adalah menaikan status atas nama AN menjadi tersangka,” kata Argo saat jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/1/2021).

Setelah dijadikan tersangka, Argo menyebut, pihak kepolisian langsung bergerak cepat untuk melakukan penjemputan kepada Ambroncius Nababan. Hal itu dilakukan untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

“Kemudian tadi setelah jadi tersangka, tadi sore penyidik Siber Bareskrim menjemput yang bersangkutan, dan sekitar jam 18.30 yang bersangkutan dibawa ke Bareskrim Polri. Saat ini jam 19.40 WIB sudah sampai di Bareskrim Polri. Selanjutnya penyidik akan lakukan pemeriksaan kepada AN sebagai tersangka,” ujar Argo.

Atas perbuatannya, Ambroncius disangka melanggar Pasal 45a ayat (2) Juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 Perubahan UU ITE dan juga Pasal 16 Juncto Pasal 4 huruf b ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan juga Pasal 156 KUHP.

“Ancaman di atas 5 tahun,” ucap Argo.

Baca Selengkapnya

BERITA

Bareskrim Polri Tetapkan Ambroncius Nababan Tersangka Ujaran Kebencian Rasisme

Oleh

Fakta News
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meningkatkan status penyidikan dalam kasus dugaan ujaran kebencian rasisme yang dilakukan oleh Ketum Projamin Ambroncius Nababan terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. Ambroncius Nababan kini menyandang status tersangka.

“Benar. Terlapor AN kami naikkan statusnya menjadi tersangka,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi, Selasa (26/1/2021).

Ambroncius Nababan diduga melakukan tindak pidana yang menimbulkan rasa kebencian atas cuitannya di media sosial Facebook. Ambroncius dijerat dengan Pasal 45a.

“Diduga melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dan/atau membuat tulisan atau gambar untuk ditempatkan, ditempelkan, atau disebarluaskan di tempat umum atau tempat lainnya yang dapat dilihat atau dibaca oleh orang lain dan/atau barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan/atau Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis dan/atau Pasal 156 KUHP,” kata Brigjen Slamet Uliandi.

Sebelumnya, Ambroncius Nababan dipolisikan akibat ujarannya ini Facebook. Dia menyandingkan foto Natalius Pigai dengan foto gorila. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri kemudian memanggil Ambroncius Nababan. Bareskrim sudah menerbitkan surat perintah penyidikan terhadap perkara ini.

Dalam pemanggilan ini, penyidik Siber Bareskrim Polri telah mencecar 25 pertanyaan untuk mengklarifikasi ke Ambroncius mengenai akun FB yang digunakan dugaan penyebaran ujaran rasis. Dari hasil klarifikasi itu akan ditentukan langkah lebih lanjut.

Perlu juga dicatat, penyidik Siber Bareskrim sebelum melakukan pemanggilan juga sudah memiliki temuan-temuan awal.

Baca Selengkapnya