Connect with us
Parlemen

Komisi III Berkomitmen Selesaikan Empat RUU

Empat RUU
Ketua Komisi III DPR RI Kahar Muzakir(Foto: DPR)

Jakarta – Komisi III DPR RI berkomitmen untuk menyelesaikan PR besarnya berupa empat Rancangan Undang-Undang (RUU) yang harus disahkan pada tahun ini sebelum periode 2014-2019 berakhir. Keempat RUU itu yakni RKUHP, RUU Jabatan Hakim, RUU MK, dan RUU Lembaga Pemasyarakatan. Butuh komitmen politik antara DPR dan pemerintah untuk menyelesaikan keempat RUU menjadi Undang-Undang (UU).

Demikian terungkap dalam rapat kerja Komisi III DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi III DPR RI Kahar Muzakir dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (21/5/2019). Dari keempat RUU itu yang paling menyita perhatian adalah RKUHP. Bila ini berhasil disahkan bisa menjadi tonggak sejarah baru dalam mengganti produk hukum pidana peninggalan pemerintah kolonial Belanda.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Ridwan Kamil Minta Polda Jabar Siapkan Penyekatan Cegah Wisatawan Masuk ke Bandung Raya

Oleh

Fakta News
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah meminta Polda Jawa Barat menyiapkan penyekatan untuk mencegah wisatawan masuk ke Bandung Raya. Bandung saat ini dalam status Siaga 1 menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

“Saya hanya mengarahkan, teknisnya ada di Pak Kapolda,” kata dia, di Bandung, Rabu (16/6).

Dia mengatakan, sejumlah titik akan diberlakukan penyekatan.

“Polda sudah menyiapkan weekend ini, penyekatan untuk memastikan tidak banyak orang ke Bandung Raya yang kegiatannya tersier, bukan primer atau sekunder yang penting,” kata dia.

Gubernur menghimbau wisatawan agar jangan dulu berkunjung ke wilayah Bandung Raya.

“Khususnya weekend ini, dihimbau lagi agar para wisatawan jangan datang dulu ke bandung Raya karena situasinya sedang Siaga 1. Kapasitas rumah sakit sudah di atas 80 persen.  Kalau ada keteledoran, dan ngotot datang, nanti membuat situasi lebih tidak terkendali,” kata dia.

Ridwan Kamil mengatakan, keputusan Siaga 1 untuk Bandung Raya akan dievaluasi sepekan lagi.

“Kita evaluasi per 7 hari melalui sebuah hasil-hasil yang terukur, apakah nanti ada pelonggaran dan sebagainya,” kata dia.

Menurut dia, dengan situasi Siaga 1 tersebut diberlakukan Work From Home di wilayah Bandung Raya. Sebanyak 25 persen dari pegawai yang boleh bekerja di kantor, selebihnya bekerja dari rumahnya masing-masing.

“Itu sebagai bagian dari pengendalian situasi kedaruratan,” kata dia.

Ridwan Kamil mengatakan, disiplin protokol kesehatan menjadi satu-satunya cara menekan penyebaran kasus Covid-19.

“Jadi disiplin hanya kuncinya. Mau seganas apa tipe-tipenya, jawabannya sama, disiplin lebih ketat, lebih kuat, dan kurangi pergerakan-pergerakan yang tidak perlu,” kata dia.

Baca Selengkapnya

BERITA

Kemenkes Pastikan Vaksin yang Digunakan Vaksinasi Gotong Royong Dibedakan dengan Program Vaksinasi Pemerintah

Oleh

Fakta News

Jakarta – Program Vaksinasi Gotong Royong yang diinisiasi pelaku usaha melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) bertujuan mempercepat pemberian vaksin kepada para pekerja. Pengadaan vaksin untuk program tersebut sepenuhnya dibiayai oleh perusahaan, tidak dibebankan ke karyawan.

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menerangkan Permenkes No. 18 Tahun 2021 dikeluarkan untuk melengkapi aturan mengenai penggunaan merek vaksin Gotong Royong dan vaksin program pemerintah. Ia mengatakan vaksin yang digunakan untuk Vaksinasi Gotong Royong dan program pemerintah dibedakan.

“Vaksin yang digunakan pada program vaksinasi pemerintah dan vaksin Gotong Royong tidak boleh sama jenis dan mereknya. Vaksin Sinovac, AstraZeneca, Novavac, dan Pfizer tidak digunakan untuk program Gotong Royong. Namun pada Permenkes tersebut dijelaskan vaksin yang didapatkan dari hibah dengan merek yang sama dengan program Gotong Royong, bisa digunakan untuk vaksinasi program pemerintah,” papar dr. Nadia dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (16/6/2021).

“Seperti vaksin Sinopharm sejumlah 500 ribu dosis yang berasal dari hibah Negara Uni Emirat Arab beberapa waktu lalu. Meski vaksin Sinopharm digunakan untuk Gotong Royong, tapi karena berasal dari hibah maka vaksin tersebut dapat diperuntukan bagi vaksin program pemerintah nantinya,” imbuhnya.

Diungkapkan dr. Nadia, Vaksinasi Gotong Royong menggunakan vaksin merek Sinopharm dan Cansino. Dengan diferensiasi jenis vaksin, stok vaksin dari masing-masing program tidak saling terganggu.

Chairman of the Indonesia Health Economic Association Prof. Hasbullah Thabrany menambahkan Vaksinasi Gotong Royong sangat bermanfaat bagi anggota KADIN. Setelah pekerja divaksin, maka produktivitas perusahaan diyakini bakal meningkat.

“Dengan partisipasi anggota KADIN ini, memperluas cakupan vaksinasi bagi tenaga kerja Indonesia, maka para pekerja bisa kembali berproduksi,” sebut Prof. Hasbullah.

Selain itu, program vaksinasi yang diupayakan KADIN dan pengusaha Indonesia membantu mempercepat pencapaian herd immunity. Regulasi pemerintah melalui Permenkes No. 18 tahun 2021 dibuat untuk menghindari politisasi Vaksinasi Gotong Royong dan vaksin program pemerintah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Tantangan utama saat ini untuk vaksin Gotong Royong adalah memenuhi permintaan dari 28 ribu perusahaan yang sudah mendaftar melalui KADIN. Arahan pemerintah saat ini adalah mengalokasikan vaksin gelombang pertama untuk sektor manufaktur di daerah Jabodetabek,” papar Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani.

Sinta menyampaikan KADIN mengimbau perusahaan yang sudah mendaftar agar bersabar, karena suplai vaksin untuk program vaksinasi Gotong Royong ini datang secara bertahap. Bio Farma memiliki komitmen sekitar 15 juta dosis vaksin Sinopharm untuk menyukseskan program ini.

“Selain itu, masyarakat dan perusahaan perlu tahu bahwa program vaksin Gotong Royong ini tidak wajib. Semua masyarakat bisa mendapatkan vaksin gratis dari pemerintah, sehingga apabila tidak memiliki kemampuan untuk mengikuti vaksin Gotong Royong, sangat dianjurkan untuk mengikuti vaksinasi program pemerintah,” urai Shinta.

Baca Selengkapnya

BERITA

Tanggapi Keluhan Warga, Bobby Nasution Cek Langsung Kondisi Drainase Penyebab Banjir di Kota Medan

Oleh

Fakta News

Medan – Menanggapi keluhan warga, Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution memeriksa langsung kondisi drainase di Jalan Sunggal, Kelurahan Tanjung Rejo, Lingkungan IV, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (16/6) sore. Warga mengeluh karena setiap hujan, terjadi banjir di kawasan tersebut.

Tiba di lokasi, Bobby Nasution pun memeriksa drainase di kawasan tersebut. Dia melihat air di drainase itu tersebut tersumbat.

Kondisi memprihatinkan ini akibat tebalnya sendimentasi dan terputus-putusnya drainase di kawasan tersebut. Hal ini pulalah yang mengakibatkan drainase tak bisa menampung air ketika hujan turun hingga menyebabkan terjadinya banjir.

Bobby Nasution juga berdialog dengan warga. Wali Kota Medan berharap kepada masyarakat mendukung pemerintah, baik kota, provinsi, maupun pusat, dalam melaksanakan program-program pembangunan.

“Kalau pemerintah, baik kota, provinsi, maupun pusat mengerjakan pekerjaan untuk masyarakat, mohon dimonitor dan dibantu, Pak. Karena fungsinya juga untuk kita semua. Sama-sama kita jaga,” pesan Bobby Nasution kepada warga.

Bobby Nasution mengatakan, dia telah meminta agar pembenahan drainase dilakukan berdasarkan kajian teknis. Dengan demikian, dapat dipetakan secara jelas aliran airnya dan anggaran yang dikucurkan tidak terbuang percuma.

“Kita nggak mau air di drainase kita di Medan ini galau karena tak tahu harus mengalir kemana. Harus jelas. Oleh karena itu, untuk pekerjaan drainase tahun ini tadi saya minta ada kajian teknis. Jangan kita ngerjain drainase, cuma buang-buang uang. Airnya nggak jelas ke mana, tapi anggarannya habis,” ungkap Bobby Nasution.

Bobby Nasution mengatakan, memang tahun ini dia telah mengevaluasi pekerjaan drainase.

“Tahun ini kita buat perencanaan teknisnya, kalau perlu tahun depan dikerjakan, semua kita bongkar. Menunggu tahun depan, keluhan masyarakat seperti ini tetap kita kerjakan,” ucapnya.

Dia mengajak masyarakat untuk menjaga dan tidak menutupi drainase untuk dijadikan tempat berusaha.

“Itu akan merugikan masyarakat sendiri, karena menutup drainase akan menyebabkan banjir,” ucap Bobby Nasution.

Lurah Tanjung Rejo, Aisyah Rambe, yang berada di lokasi mengakui, kawasan tersebut selalu dilanda banjir saat hujan turun akibat kondisi drainase yang buruk. Dia menyebutkan, drainase yang tersumbat karena sendimentasi di Lingkungan IV, Kelurahan Tanjung Rejo, Medan Sunggal itu sepanjang 700 meter.

Dia menyatakan, besok pihaknya akan melakukan pengorekan dan pembersihan parit yang tersumbat tersebut. Disebutkannya juga, korekan sendimentasi tidak akan dibiarkan di pinggiran jalan, agar saat hujan turun tidak dibawa air kembali ke drainase.

“Besok, kita bersama Petugas Penanganan Prasarana Sarana Umum akan mengorek dan membersihkan parit ini,” ucapnya.

Baca Selengkapnya