Fears Sells, But Who’s Buying?

Dody M Barus
  • Fakta.News - 20 Des 2018 | 02:08 WIB
Fears Sells, But Who’s Buying?

Pemilu Presiden semakin mendekati pentas utama. Suasana semakin riuh, tidak hanya oleh semarak kampanye, tapi juga kegaduhan di media sosial dan media-media mainstream.

Pesta, termasuk pesta demokrasi, memang semestinya riuh oleh penonton dan peserta. Pesta memang semestinya dipenuhi kegembiraan dan keriangan.

Jika terjadi isak tangis di beberapa pojok arena pesta, itu hal yang masih sangat wajar. Dalam kompetisi pasti ada kalah menang. Pihak yang kalah menangis, itu wajar. Dalam pernikahan, mungkin ada yang tersakiti. Jika yang tersakiti menangis, itu juga wajar.

Namun keriuhan yang terjadi saat ini mulai terlihat agak aneh. Drama demi drama mulai menghiasi pentas pesta demokrasi. Drama yang diakui sebagai sebuah drama tentu adalah sebuah hiburan. Tapi drama yang diakui sebagai sebuah kenyataan akan membingungkan penonton dan membuat kecemasan.

Sebagai penantang, adalah sangat wajar jika kampanye dibumbui dengan kritikan terhadap kekurangan dan kelemahan kinerja pemerintah. Yang namanya kritik, tentulah harus didasarkan pada data, fakta, dan analisis ilmiah, sangat baik jika dilengkapi dengan gagasan atau solusi alternatif tentang bagaimana memperbaikinya. Jika pun tidak, tidak menjadi masalah selama tetap memerhatikan syarat mendasar tadi.

BACA JUGA:

Tulis Komentar