Tewas Dibunuh Suku Sentinel, Catatan John Allen Chau Ungkap Kematiannya

  • Fakta.News - 5 Des 2018 | 07:20 WIB
Tewas Dibunuh Suku Sentinel, Catatan John Allen Chau Ungkap Kematiannya
John Allen Chau.(Foto: Instagram/John)

Jakarta – Tak kehabisan akal, saat mendekati bibir pantai, John Allen Chau langsung lompat ke arah kayak dan mengayuhnya sendiri. Usaha pertamanya ini tidak berjalan lancar.

“Dua anggota suku Sentinel bersenjata, datang mendekat sambil berteriak. Masing-masing dari mereka memiliki dua anak panah. Aku berteriak: ‘Namaku John. Aku dan Jesus mencintai kalian’,” tulis John dalam suratnya.

Sambil mengatakan itu, ia berusaha memberikan mereka ikan. Namun, anggota suku Sentinel terus mendekat.

“Aku ketakutan. Namun, lebih banyak rasa kecewa karena mereka tidak menerimaku,” tutur John. Ia pun terombang-ambing di lautan karena tidak bisa mendekat.

John memang nekat melakukan hal yang sepertinya tidak mungkin. Selama ini, diketahui bahwa suku Sentinel tidak pernah menerima kedatangan orang lain di luar anggota kelompoknya. Antropolog, pembuat film, dan pejabat pemerintah, telah mencoba mendekati mereka, tetapi selalu terpaksa mundur karena disambut oleh busur dan panah.

Orang-orang Sentinel mengunci diri mereka dari dunia modern. Kelompok pemburu-pengumpul tersebut bertahan hidup dengan memakan kura-kura dan babi, serta tinggal di dalam pondok.

Meski sudah tahu kenyataannya, tetapi John berharap bisa menembus dan masuk ke Pulau Sentinel Utara. Ia bahkan menyiapkan beberapa ‘kado’ seperti gunting, peniti, alat memancing, dan bola, untuk diberikan kepada mereka.

Sayangnya, seperti yang ditulis John Allen sebelum ia meninggal, suku Sentinel terlihat bingung dan sangat tidak ramah atas kehadirannya.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar