Connect with us

Veteran PPK se-Surabaya, Siap Kawal Terus Demokrasi

Jakarta – Penyelenggara Pemilu tahun 2013-2014 yang terdiri dari para personil PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dari 31 Kecamatan se-Surabaya dan Komisioner KPU Surabaya hadir dalam pertemuan yang bertajuk Temu Kangen ex-PPK Surabaya 2013-2014 di D’Jawa Café & Resto di Jalan Jawa 22 Surabaya.

Hadir dalam kesempatan tersebut lima komisioner KPU Surabaya 2014, yakni Eko Waluyo Suwardyono, Edward Dewaruci, Herdiana, Robiyan Arifin, dan Choirul Anam.

Ari Soelistio selaku Ketua Panita menyatakan bahwa dipilihnya tema “Jalin Silaturahmi dan Persaudaraan, Kawal Terus Demokrasi” pada acara kali ini dimaksudkan untuk mengukuhkan eksistensi para mantan penyelenggara pemilu yang tetap bisa berperan dalam mengawal proses demokrasi di Indonesia.

Teman-teman ex-PPK 2013-2014 saat ini banyak tersebar dan berkiprah di berbagai lini, termasuk penyelenggara pemilu seperti Aang Kunaifi (Bawaslu Jatim) dan Usman (Bawaslu Surabaya), legislatif dan berbagai tempat lainnya. Selain ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan, rekan-rekan ex-PPK ini diharapkan menjadi komunitas yang dapat berperan lebih banyak lagi dalam upaya mengawal demokrasi khususnya di Surabaya dan Jawa Timur.

Pada kesempatan tersebut, Eko Waluyo menyampaikan kesan pesan yang ditulisnya dalam bentuk prosa/puisi. Ia sangat terkesan atas apa yang telah dilalui Bersama dengan para PPK saat itu.

“Kita pernah bersama bergandeng tangan dan memapah perjuangan demokrasi. Hal tersebut merupakan bentuk pengabdian, komitmen, kejujuran dan tanggung jawab, demi kelangsungan hidup negara bangsa,” tutur Eko.

“Jadikan ia pelita dan tongkat penopang langkah tegap di tali Allah agar mampu berikan manfaat sesama, sebab sebaik-baik manusia itu jika mampu memberi manfaat bagi manusia. Terima kasih saudaraku, atas upaya bersama satukan langkah dan bahasa dalam merangkai komitmen mulia. Namun perjuangan penuh kebersamaan belumlah usai. Tetaplah kukuh kita jaga pelita dan tongkat penopang dengan penuh semangat melanjutkan perjuangan kemanfaatan sesama. Semoga kita tak akan pernah berpisah dari tali Allah, selamanya. Aamiin.SEMANGAT ON FIRE…!!,” pungkas Eko.

Sementara itu, Edward Dewaruci yang sekarang menjabat sebagai Ketua KAPT (Komunitas Alumni Perguruan Tinggi) Jawa Timur sangat mengapresiasi acara Temu Kangen yang dinisiasi para veteran penyelenggara pemilu (PPK), apalagi kalau ditindaklanjuti dengan pembentukan komunitas yang peduli dan berperan dalam pengawalan demokrasi.

“Tekad bersama membangun jaringan silaturahim, persaudaraan – kekerabatan, suatu saat bisa didayagunakan untuk kepentingan dan kebaikan bersama, khususnya dalam mengawal demokrasi. Potensi teman-teman dengan pengalaman, kemampuan yang sudah teruji serta mampu mengatasi permasalahan dengan baik, patut diperhitungkan oleh banyak pihak untuk membangun, mengawal dan mejaga kualitas demokrasi di Surabaya dan Jawa Timur pada khususnya,” tutur pria yang akrab disebut Teted ini.

“Ini ada potensi yang tidak boleh disia-siakan, baik oleh pemkot, pemprov, KPU maupun Bawaslu. Kekuatan, keguyuban, gotong royong, partisipasi kelompok atau mereka yang pernah menjadi penyelenggara ini jangan diabaikan, kalau perlu diajak kerjasama untuk kegiatan yang mendukung pemilu menjadi lebih baik,” harap Teted.

Choirul Anam yang saat ini menjabat Ketua KPU Jawa Timur juga hadir dan menyatakan rasa senang dan bangga bisa hadir dalam acara temu kangen ini. Ia sangat mengingat masa 2013-2014 saat ia menjadi Komisioner KPU Surabayabersama para mereka yang hadir saat ini (PPK) menjalani kebersamaan menyelesaikan tugas di kepemiluan.

“Teman-teman ex-PPK, matur nuwun kembali nyambung seduluran, ngumpul e balung pisah. Pasca ini tindak lanjutnya apa, monggo saya siap bantu. Dari pemilu ke pemilu, tentu banyak perubahan, terutama aturan yang disesuaikan dengan perkembangan jaman. Ada sisi plus minusnya, namun harus dipahami sebagai upaya bersama menuju perbaikan system yang ada. . Sekarang lebih banyak menggunakan IT, sehingga tantangannya adalah meningkatakan kemampuan para penyelenggara pemilu untuk bisa mengikuti bimtek dan penggunaan perangkat teknologi informasi. Banyak hal baru dalam pemilu, monggo yang masih berkesempatan turut serta dalam penyelenggaraan pemilu kedepan bisa terus berperan.“ tutur Anam.

Tidak lupa Anam mempersilahkan bagi semua yang hadir apabila akan update maupun diskusi khususnya tentang KPU dan kepemiluan bisa mampir ke Tenggilis (Kantor KPU Jatim) maupun ke Wiyung, tempat ia tinggal.

Radian Jadid, (wakil ketua panitia) menjelaskan bahwa acara Temu Kangen yang berlangsung mulai jam 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB berlangsung meriah dan banyak disi dengan berbagi pengalaman dan nostalgia dari banyak peserta yang hadir.

Empat jam waktu berjalan dirasakan tidaklah cukup untuk meluapkan berbagai kesan dan pesan yang ada. Namun ada satu kesamaan yang bisa diyakini dan dipahami bersama, bahwa jalinan silaturahmi dan persaudaraan yang selama ini terus terjalan baik dalam grup sosial media maupun pertemuan-pertemuan yang ada akan diupayakan menjadi sebuah komunitas yang diharapkan bisa berperan lebih banyak.

“Dengan berbagai potensi yang ada saat ini, apabila dirangkai dan dikolaborasikan akan menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang berkontribusi nyata dalam penguatan dan penegakan pelaksanaan demokrasi di Indonesia,” ucap Radid.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Badan Pangan Nasional Diminta Lebih Agresif Dalam Pengelolaan Pangan

Oleh

Fakta News
Badan Pangan Nasional Diminta Lebih Agresif Dalam Pengelolaan Pangan
Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin. Foto: DPR RI

Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin meminta Badan Pangan Nasional untuk dapat mulai agresif dalam bekerja untuk mengelola persoalan pangan dari hulu hingga hilir. Mengingat, pada rapat kerja sinkronisasi pembahasan badan anggaran antara Komisi IV dengan Kementerian Pertanian telah memutuskan realokasi eksternal BKP sebesar Rp103.525.552.000,00 (seratus tiga miliar lima ratus dua puluh lima juta lima ratus lima puluh dua ribu rupiah).

“Di Kementerian Pertanian, setelah berbagai rapat dari komisi hingga banggar terjadi penurunan pagu dari semula Rp15.422.181.379.000,00 (lima belas triliun empat ratus dua puluh dua milyar seratus delapan puluh satu juta tiga ratus tujuh puluh sembilan ribu rupiah) pada pembahasan raker 8 september 2022 menjadi Rp 15.318.655.827,00 akibat realokasi eksternal pada Badan Ketahanan Pangan/Badan Pangan Nasional,” urai Andal Akmal dalam rilis media yang diterima Parlementaria, Kamis (29/9/2022).

Politisi Fraksi PKS ini menyayangkan anggaran Kementan secara keseluruhan sudah sangat menurun dari sebelum pandemi, tapi masih terus terpotong. Padahal, tuturnya, dana sekitar 103 M untuk kinerja Badan Pangan Nasional yang diambil dari Kementan sangat minim untuk optimal bekerja. Bahkan, ia menyitir permintaan Kemendag yang hendak mengusulkan anggaran Rp100 Triliun hanya untuk serap beras petani.

“Saya setuju atas gagasan Kemendag ketika pemerintah menyiapkan dana 100 T untuk serap beras petani sehingga ada semangat bagi petani untuk berproduksi karena ada jaminan serapan hasil panen dengan harga yang baik. Dengan begini, ketika produksi melimpah maka petani sejahtera dan importasi berkurang”, jelas Andi Akmal.

Lebih lanjut, Andi Akmal mengingatkan Badan Pangan Nasional telah dibentuk sejak tahun 2021 berdasarkan Perpres Nomor 66 Tahun 2021. Menurutnya, kurang seriusnya pemerintah menangani persoalan pangan sudah terlihat sejak disahkannya UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang mengamanatkan terbentuknya Badan Pangan Nasional yang terealisasi setelah 9 tahun berjalan.

“Kini semua fungsi badan ketahanan pangan yang ada di Kementan sudah pindah ke Badan Pangan Nasional mulai dari SDM hingga anggaran. Maka, saya perlu menegaskan kepada pemerintah dalam hal ini Badan Pangan Nasional agar lembaga ini lebih profesional dan lebih agresif dalam persoalan pengelolaan pangan mulai dari manajemen stok hingga pengendalian harga,” pungkas Andi Akmal.

Baca Selengkapnya

BERITA

KKP Resmikan Integrated Maritime Intelligent Platform untuk Sukseskan Program Ekonomi Biru

Oleh

Fakta News

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan soft launching Integrated Maritime Intelligent Platform di Gedung Mina Bahari I, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2022). Peresmian infrastruktur teknologi ini wujud komitmen KKP dalam mengimplementasikan lima program Ekonomi Biru untuk menjaga kesehatan laut dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Langkah yang dibuat KKP luar biasa sekali. Tinggal kita sekarang eksekusinya, kemudian apa yang dipunya Pak Trenggono di sini bisa dikoordinasikan, di integrasikan dengan Bakamla dan Kemenhan. Kita bisa buat efisiensi. Kita harus betul-betul buat ini terintegrasi,” ungkap Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutannya pada acara peluncuran Integrated Maritime Intelligent Platform KKP.

Luhut meyakini keberadaan Integrated Maritime Intelligent Platform besar pengaruhnya pada keberlanjutan ekosistem kelautan, pemberantasan illegal fishing, kedaulatan negara, hingga meningkatkanya pendapatan negara melalui penerimaan negara bukan pajak sektor kelautan dan perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, pembangunan Integrated Maritime Intelligent Platform sebagai media terintegrasi yang menampung seluruh data dan informasi di KKP dan menjadi pusat komando untuk merespon kejadian ataupun sebagai alat pengambilan kebijakan dan keputusan.

“Saat ini KKP tengah menyiapkan roadmap ekonomi biru sepanjang masa yang dituangkan dalam 5 program prioritas untuk memastikan laut tetap sehat dan populasi biota perikanan terjaga dengan baik untuk menjaga keseimbangan alam laut demi kelangsungan hidup generasi berikutnya,” jelas Menteri Trenggono.

Lebih lanjut disampaikan Trenggono, salah satu program prioritas yang menjadi andalan adalah kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota. Untuk melindungi nelayan lokal di seluruh Indonesia pada zona penangkapan ikan terukur, KKP pun mengembangkan Command Center yang dapat mengawasi aktivitas perikanan di perairan Indonesia.

“Penyiapan teknologi ini fokus pada pengintegrasian seluruh sistem informasi yang ada di KKP, infrastruktur, data satelit dan penyiapan SDM, serta sistem pengawasan. Ke depannya, platform ini juga akan mendukung pengawasan aktivitas pemanfaan ruang laut, yang juga menjadi baseline saya dalam membuat berbagai macam kebijakan,” papar Menteri Trenggono.

Integrated Maritime Intelligent Platform dilengkapi dengan tiga fitur, yaitu fitur Monitoring yang memantau sebaran dan pergerakan kapal perikanan di seluruh perairan Indonesia berbasis VMS (Vessel Monitoring System) dan AIS (Automatic Identification System), fitur Dashboard yang menyajikan informasi indikator utama sektor kelautan dan perikanan Indonesia, dan fitur Alert dengan fungsi mendeteksi setiap dugaan pelanggaran dan memberikan peringatan cepat kepada Command Center.

Selain layanan pemantauan kapal perikanan, Integrated Maritime Intelligent Platform menyediakan berbagai informasi spasial tematik dari Eselon 1 lingkup KKP untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat, seperti sebaran dan luasan wilayah konservasi, sebaran tambak, sebaran dan luasan mangrove dan terumbu karang, sebaran alur kabel dan pipa bawah laut, sebaran siswa didik Pendidikan Vokasi KP, sebaran Penyuluh Kelautan, sebaran Unit Pengolahan Ikan, data Pelabuhan Perikanan, dan data penunjang lainnya.

“Kebijakan pengelolaan perikanan yang efisien dan lestari ini akan memberikan keuntungan ekonomi pelaku usaha akan meningkatkan penerimaan negara, serta mendorong kesejahteraan dan kehidupan sosial masyarakat nelayan menjadi lebih baik. Melalui sistem informasi teknologi dan transformasi digital, KKP siap menjadi penggerak utama pengelolaan perikanan berkelanjutan untuk pemulihan ekonomi nasional,” tegas Trenggono.

Hadir pada soft launching Menteri Pertahanan RI; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; Kepala Staf Kepresidenan; Wakil Menteri KLHK; Penasihat Khusus Menko Marves Bidang Pertahanan dan Keamanan Maritim; Auditor Utama Keuangan Negara IV BPK RI; Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Kementerian PPN/Kepala Bappenas; Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kominfo; Dirjen Perhubungan Laut, Kemenhub; Dirjen Penegak Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, KLHK; Tortama KN IV BPK RI; Direktur Kelautan dan Perikanan, Bappenas; serta Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi, Kemenkeu.

Baca Selengkapnya

BERITA

Heri Gunawan Pertanyakan Pembiayaan BSI untuk UKM

Oleh

Fakta News
Heri Gunawan Pertanyakan Pembiayaan BSI untuk UKM
Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan saat rapat Komisi XI dengan direksi BSI di Gedung DPR RI, Rabu (28/9/2022). Foto: DPR RI

Jakarta – Bank Syariah Indonesia (BSI) mengalami penurunan kinerja khusus untuk pembiayaan usaha kecil menengah (UKM). Padahal, para pelaku UKM ini banyak masuk di industri halal. Sebaliknya, BSI malah menggelontorkan pembiayaannya lebih besar pada korporasi.

Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan, akrab disapa Hergun, mengemukakan hal ini pada rapat Komisi XI dengan direksi BSI di Gedung DPR RI, Rabu (28/9/2022). Baginya ini kabar yang kurang baik di tengah peran perbankan yang harus ikut memulihkan perekonomian nasional.

Perbankan juga turut didorong agar semangatnya tidak hanya mencari keuntungan semata. Ekosistem industri halal yang ingin didorong kemajuannya, namun masih mengalami hambatan, karena pembiayaan UKM-nya lemah.

“Kami melihat penurunan pembiayaan untuk segmen kecil dan menengah yang mencapai 6,63 persen. Ini kabar yang kurang baik untuk upaya pemulihan UKM kita. Sementara pembiayaan korporat tumbuh sampai 24,95 persen. Padahal, kita ketahui bersama ekosistem industri halal itu mayoritas adalah para pelaku UMKM,” ungkap Politisi Fraksi Partai Gerindra.

Namun, lanjut Hergun, pembiayaan BSI untuk segmen mikro sudah tumbuh 31,13 persen. Fakta ini sudah sejalan dengan upaya peningkatan pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) yang kini meningkat secara signifikan.

Secara umum, pembiayaan BSI seperti dijelaskan direksinya, tumbuh 18,55 persen. “Kami mengapresiasi masalah ini. Kita melihat segmen mikro tumbuh sampai 31,13 persen. Ini tentu in line dengan peningkatan pembiayaan KUR yang meningkat secara signifikan,” katanya.

Baca Selengkapnya