Connect with us
DPR RI

Transisi ASO Butuh Peran Semua Pihak

Transisi ASO Butuh Peran Semua Pihak
Anggota Komisi I DPR RI Helmy Faishal Zaini saat pertemuan dengan Kementerian Komunikasi dan informatika (Kominfo), perwakilan Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait. Foto: DPR RI

Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Helmy Faishal Zaini menyatakan program Analog Switch-off (ASO) adalah hak dari setiap masyarakat untuk mendapatkan informasi dengan kualitas tampilan yang baik. Namun demikian, ia menyadari bahwa transisi tersebut tidak serta-merta dapat sekejap terlaksana. Karena itu, ia menilai transisi ASO tersebut membutuhkan peran semua pihak.

“Berakhirnya era tv analog ke digital ini membutuhkan peralatan yang tentu tidak murah bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat tidak mampu,” ujarnya di sela pertemuan dengan Kementerian Komunikasi dan informatika (Kominfo), perwakilan Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait di Tangerang, Banten, Senin (05/12/2022).

Menurutnya keterbukaan keran informasi haruslah bisa dirasakan seluruh elemen masyarakat. Karenanya, Helmi menekankan pentingnya peranan pemerintah untuk benar-benar hadir di era transisi ini. Tak hanya itu, pihaknya juga meningatkan bahwa era informasi digital juga harus dibarengi dengan kehati-hatian mengingat tidak semua penerima informasi, khususnya melalui saluran televisi, tidak mendapatkan literasi mengenai kebijaksanaan dalam bermedia.

Dari hal itu, ia melihat ada banyak faktor yang perlu menjadi perhatian pemerintah dalam transisi analog ke digital. “Maka ini harus ada upaya-upaya pembinaan dan edukasi kepada masyarakat. Mulai dari sosialisasi, koordinasi antar Pemerintah Daerah, pendistribusiannya serta pembinaan,” ujarnya.

Helmy berharap, progam ASO ini dapat berjalan tepat sasaran, selalu menuju target untuk mencapai kesempurnaan layanan serta perbaikan-perbaikan yang signifikan ke depan. Sehingga, masyarakat dapat betul-betul merasakan layanan informasi yang prima dan berkualitas.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

PBNU Gandeng Garin Nugroho Bikin Film Dokumenter Rangkaian Acara Peringatan Satu Abad NU

Oleh

Fakta News
Garin Nugroho dan PBNU membahas penggarapan film dokumenter jelang 1 Abad NU di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (31/1/2023).

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) rencananya bakal membuat film documenter dalam menyambut puncak peringatan 1 Abad NU. Rencananya film dokumenter ini akan digarap oleh sutradara kawakan Tanah Air, Garin Nugroho.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Rahmat Hidayat Pulungan, mengatakan film tersebut akan merangkum rangkaian acara peringatan 1 abad NU.

“Satu abad ini momentum yang luar biasa dan semangat warga NU cukup besar. Jutaan orang akan hadir, sayang kalau tidak dijadikan film dokumenter yang menjadi pelajaran ke depannya,” kata Rahmat Hidayat Pulungan di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (31/1/2023).

Adapun 9 kegiatan tersebut meliputi Religion 20 atau R20, Muktamar Internasional Fiqih Peradaban, Festival Tradisi Islam Nusantara, gerakan kemandirian ekonomi NU, NU Tech, Pekan Olahraga dan Seni NU atau Porseni NU, Anugerah Tokoh An-Nahdlah, NU Women, dan puncak acara 1 Abad NU pada 7 Februari 2023 mendatang.

“Film dokumenter ini akan mengambil dari rangkaian acara 1 Abad NU yang sudah jalan,” katanya.

Melalui film dokumenter tersebut, Rahmat menambahkan pihaknya juga ingin menyampaikan pesan kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa andil NU dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah heterogenitas Indonesia.

“Bahwa ada organisasi sangat besar tapi dia bisa menjadi atau mengambil peran positif dalam pertumbuhan bangsa dan negara yang sangat plural,” ungkap dia.

Dalam kesempatan tersebut, Garin Nugroho mengatakan film yang akan memuat rangkaian 9 acara besutan NU menuju 1 Abad itu bertujuan untuk menyosialisasikan nilai-nilai NU. Lebih dari itu, Garin juga menyebut bahwa dokumenter merupakan representasi pandangan NU dalam membaca peradaban dan meletakan komitmen masa depan.

“Materi sudah ada. Sembilan pemikiran dan komitmen PBNU. Oleh karena itu perlu disosialisasikan seluruh pemikiran yang diwujudkan 9 acara. Maka, peristiwa tidak hanya direkam tapi rekaman itu menjadi sosialisasi kita semua,” jelas Garin.

Nama Garin beredar setelah film cerita panjang pertamanya, Cinta dalam Sepotong Roti (1990) yang langsung mendapat penghargaan Film Terbaik di Festival Film Indonesia 1991. Sementara film keduanya, Surat untuk Bidadari (1992), membawanya ke panggung perfilman internasional. Sejak itu, Garin kian melejit dan merambah ke berbagai festival film internasional.

Baca Selengkapnya

BERITA

Pemerintah Dukung Pembentukan Induk Perusahaan dan Transisi Energi di PLN

Oleh

Fakta News
Menkeu Sri Mulyani Indrawati

Jakarta – Pemerintah mendukung pembentukan induk perusahaan (holding) dan anak induk perusahaan (subholding) di PT PLN (Persero).

“Jadi untuk pembentukan holding subholding menurut saya tidak ada halangan dari sisi perpajakan, bahkan kita akan mendukung,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati usai mengikuti rapat terbatas (ratas) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (31/01/2023).

Menkeu menyampaikan, pemerintah juga menyetujui berbagai hal yang dibutuhkan dari sisi perpajakan terkait pembentukan induk dan anak induk perusahaan di PT PLN (Persero).

“Dari sisi treatment PPN, PPh, dan kemudian penggunaan nilai buku itu kita dukung dan sudah ada peraturan yang melandasinya,” ujarnya.

Dalam ratas, Presiden juga meminta jajarannya untuk melakukan koordinasi dan membangun sebuah platform dalam rangka mendukung PLN untuk melaksanakan mekanisme transisi energi. Menurut Sri Mulyani, terdapat komitmen sebesar 20 miliar dolar AS untuk berbagai proyek transisi energi di tanah air.

“Presiden meminta supaya para menteri berkoordinasi membangun sebuah platform yang waktu itu sudah diluncurkan oleh Bapak Presiden di G20. Ada komitmen 20 billion USD,” tuturnya.

Tak hanya itu, Presiden juga meminta jajarannya untuk menyusun regulasi yang dapat melandasi kegiatan tersebut sehingga dapat berjalan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dibutuhkan suatu peraturan untuk melandasi itu supaya bisa berjalan secara kredibel dan baik. Itu yang tadi Presiden minta supaya kita menyusun,” tandasnya.

Baca Selengkapnya

BERITA

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1444 H Jatuh pada 23 Maret 2023 dan Idul Fitri pada 21 April 2023

Oleh

Fakta News

Jakarta – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan bahwa tanggal 1 Ramadhan 1444 H akan jatuh pada hari Kamis, 23 Maret 2023. Hal ini sesuai dengan hisab awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1444 H yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

“Umur Bulan Syakban 1444 H 30 hari dan tanggal 1 Ramadhan 1444 H jtuh pada hari Kamis Pon, 23 Maret 2023 M,” demikian bunyi dokumen hasil hisab.

Dokumen itu ditandatangani oleh Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhamamdiyah Oman Fathurohman dan Sekretaris Mohammad Mas’udi.

Dengan demikian, umat Islam dari kelompok Muhammadiyah akan mulai menjalankan puasa Ramadhan mulai 23 Maret 2023 dan mendirikan salat tarawih pertama pada sehari sebelumnya, Rabu, 22 Maret 2023.

Berdasarkan hasil hisab tersebut, Muhammadiyah juga menetapkan bahwa tanggal 1 Syawal 1444 H atau Hari Raya Idul Fitri 1444 H akan jatuh pada Jumat, 21 April 2023.

Tak hanya itu, hasil hisab juga menetapkan tanggal 1 Zulhijah akan jatuh pada Senin, 19 Juni 2023. Dengan demikian, Hari Arafah atau tanggal 9 Zulhijah 1444 H akan jatuh pada Selasa, 27 Juni 2023, sedangkan Hari Raya Idul Adha atau 10 Zulhijah 1444 H jatuh pada Rabu, 28 Juni 2023.

Baca Selengkapnya