Connect with us
Parlemen

Komisi III Harapkan Komisioner dan Dewas KPK Jalin Sinergi

Komisi III Harapkan Komisioner dan Dewas KPK Jalin Sinergi
Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery. Foto: DPR RI

Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery mengungkapkan di masa transisional Undang-Undang KPK yang baru yakni baru Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, ia mengharapkan Komisioner KPK dengan Dewan Pengawas (Dewas) KPK menjalin sinergi.

“Sebagai Ketua Komisi III, saya tegaskan bahwa berdasarkan UU KPK yang baru, KPK dan Dewas harus melakukan koordinasi dan sinergi yang baik dalam melaksanakan proses penegakan hukum di KPK. Jangan sampai terjadi insubordinasi di dalam tubuh KPK,” papar Herman saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Untuk itu ia menyampaikan, Komisi III DPR RI akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan KPK. Komisi III DPR RI ingin mendiskusikan perihal koordinasi antara Komisioner dengan Dewas KPK. “Adapun terkait koordinasi Pimpinan KPK dan Dewas di masa transisional UU KPK yang baru ini, Komisi III akan membahasnya secara lebih dalam pada Rapat Dengar Pendapat dengan KPK,” jelas Herman.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini memastikan tak ada pelemahan terhadap KPK setelah Undang-Undang KPK hasil revisi yang disahkan sejak Oktober 2019 lalu resmi berlaku. Lebih lanjut, Herman juga menjelaskan tidak ada yang bisa mengintervensi proses penegakan hukum oleh aparat, baik KPK, Kepolisian, maupun Kejaksaan.

“Di satu sisi aparat penegak hukum tidak bisa dipengaruhi pihak manapun, tapi di sisi lain aparat penegak hukum harus bertindak secara profesional dengan selalu memperhatikan SOP (Standard Operating Procedure) yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan,” ungkap legislator dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) itu. (eko/sf)

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Achmad Yurianto: Bertambah 130, Kasus Positif Corona Jadi 1.285, Meninggal 114, Sembuh 64 Per 29 Maret 2020

Oleh

Fakta News
Jubir Penanganan Corona Achmad Yurianto

Jakarta – Angka kasus positif penularan virus corona (COVID-19) di Indonesia masih terus meningkat. Total per 29 Maret 2020 ada 1.285 kasus positif COVID-19.

“Ada penambahan kasus baru positif sebanyak 130 sehingga jumlah sekarang 1.285 kasus positif,” ujar Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona dalam siaran langsung di kanal YouTube BNPB, Minggu (29/3/2020).

Dari data itu, Yuri, panggilan akrabnya, menyampaikan adanya data pasien meninggal dunia dan pasien yang telah sembuh. Angka pasien yang sembuh masih kalah dibanding pasien yang meninggal dunia.

“Kemudian kasus yang sudah sembuh, pasien yang sudah sembuh bertambah 5 orang, sehingga total menjadi 64 orang. Kemudian pasien meninggal bertambah 12, menjadi 114 orang,” imbuh Yuri.

Yuri kembali mengulang pesan pemerintah untuk tetap menjaga jarak secara fisik. Sebab, menurutnya, penambahan kasus positif dari hari ke hari menunjukkan masih adanya sumber penularan di tengah-tengah masyarakat.

“Pahami betul bahwa penularan penyakit ini adalah dari orang yang sakit kepada orang yang sehat melalui kontak dekat. Karena kita paham, penyakit ini ditularkan dari percikan ludah yang kecil-kecil atau kita mengenalnya dengan sebutan droplet dari orang yang sakit pada saat dia batuk, pada saat dia berbicara, pada saat dia bersin ke sekitarnya. Dan apabila ada orang sehat berada di sekitarnya pada jarak kurang dari 1 meter, besar kemungkinan droplet ini terhirup masuk ke dalam saluran nafas orang yang sehat. Akibatnya, akan tertular,” kata Yuri.

Data Kasus Covid-19 di Indonesia hingga pukul 15.30 WIB Per 29 Maret

Baca Selengkapnya

BERITA

Gerakan #NutrisiGardaTerdepan, Peduli Tenaga Medis Covid-19 dengan Sediakan Vitamin dan Asupan Bergizi

Oleh

Fakta News
(istimewa)

Jakarta – Peran tenaga medis seperti dokter dan perawat dalam penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia sangatlah vital dan dominan. Mereka merupakan garda terdepan dalam menangani kasus covid-19 dan tidak sedikit yang mengalami kelelahan baik secara fisik maupun secara mental.

Tingginya beban kerja tenaga medis tersebut dalam menangani kasus Covid-19 tentu berdampak pula pada menurunnya imunitas tubuh. Selain itu nyawa pun menjadi taruhannya dalam penanganan Covid-19.

Hal ini menjadi perhatian serius bagi anak-anak muda yang tergabung dalam gerakan #NutrisiGardaTerdepan untuk berkontribusi untuk meringankan beban tenaga medis. Gerakan yang diinisiasi oleh para koasisten FK UI ini menggalang dana untuk menyediakan makanan bergizi, susu, vitamin dan snack kepada tenaga kesehatan di sejumlah RS rujukan Covid-19 yang ada di beberapa kota di Indonesia, khususnya yang ada di DKI Jakarta.

(istimewa)

“Tujuan awal mulanya gerakan #NutrisiGardaTerdepan adalah inisiatif dari para koasisten FK UI. Kami menyadari bahwa di situasi genting seperti ini, para tenaga medis yang bertugas sebagai garda terdepan dalam menangani virus Corona bekerja lebih keras dari biasanya, sehingga tentu membutuhkan asupan gizi yang berkualitas untuk menunjang tugas mereka,” ungkap Juru Bicara gerakan #NutrisiGardaTerdepan Eghar Anugrapaksi saat dihubungi Fakta.News, Minggu (29/3).

“Pada situasi krisis seperti sekarang, kelelahan fisik dan mental tentu tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk membantu tenaga medis tersebut dengan menggalang dana dan menyalurkan makanan yang bergizi, susu, dan vitamin agar stamina mereka tetap terjaga,” imbuhnya.

(istimewa)

Eghar menuturkan gerakan #NutrisiGardaTerdepan mendapat respon yang cukup positif dari masyarakat. Hal ini bisa dilihat banyaknya dukungan dan donasi yang telah disumbangkan.

Tak hanya itu permintaan untuk mendirikan gerakan #NutrisiGardaTerdepan di kota lain juga cukup banyak. Saat ini #NutrisiGardaTerdepan telah tersebar di sejumlah kota di Indonesia.

“Kami sekarang sudah buka cabang di beberapa kota lain. Cabang kami sekarang ada di Surabaya, Semarang, Depok, Tangerang, Bandung, Banjarmasin dan Samarinda. Kami melakukan assessment terlebih dahulu sebelum membuka #NutrisiGardaTerdepan di cabang lain,” papar Eghar.

(istimewa)

Sedangkan untuk anggota dari tim #NutrisiGardaTerdepan ini, Eghar menjelaskan terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda tidak hanya yang memiliki latar belakang kesehatan saja.

“Masyarakat umum pun ada, juga beberapa kawan non kesehatan yang bergabung,” jelasnya.

Eghar menyampaikan untuk penggalangan dana, bagi donatur yang ingin turut membantu gerakan #NutrisiGardaTerdepan dapat meyampaikan donasinya ke platform kitabisa.com.

“Kami ada platform donasi di kitabisa, tautannya kitabisa.com/nutrisigardaterdepan,” pungkasnya.

Untuk info lebih lanjut gerakan #NutrisiGardaTerdepan bisa dilihat di akun Instgram mereka @nutrisigardaterdepan.

 

(chrst)

Baca Selengkapnya

BERITA

Pemprov Jatim Organisir SMA dan SMK Produksi Hand Sanitizer untuk Dibagikan ke Masyarakat

Oleh

Fakta News
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Sekretaris Dindik Jatim, Ramliyanto dan Kepala Dindik Jatim, Wahid Wahyudi saat melihat hand sanitizer buatan siswa SMA/SMK Jatim di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (28/3/2020).

Surabaya – Provinsi Jawa Timur akan memaksimalkan peran SMA double track dan SMK di Jawa Timur dalam memproduksi hand sanitizer (cairan pencuci tangan) secara massal. Hand sanitizer tersebut nantinya akan dibagikan kepada masyarakat luas.

“Meski nantinya dibuat massal namun komposisi dan cara pembuatannya tetap sesuai standar industri sehingga mutu dan kualitasnya tetap terjamin,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Minggu (29/3/2010).

Terutama, lanjut Khofifah, terkait keamanan alkohol yang notabene merupakan bahan baku utama pembuatan hand sanitizer. Dijelaskan, alkohol yang digunakan merupakan alkohol dengan kategori food grade sehingga aman dan menghindari potensi keracunan.

Khofifah mengatakan, pelibatan siswa SMA/SMK Se-Jawa Timur ini karena tingginya permintaan masyarakat di tengah pandemi wabah virus Corona alias Covid-19. Sementara di pasaran barang tersebut langka dan kalaupun ada harganya sangat mahal.

Menurut Khofifah, apa yang dilakukan siswa SMA/SMK ini sudah sewajarnya mendapat apresiasi. Sebab, mereka secara tidak langsung mem­bantu pemerintah dalam melawan Covid-19.

“Sejumlah 79 SMA fouble track dan 92 SMK yang punya kompetensi farmasi dan kimia industri di Jawa Timur selain membuat hand sanitizer juga sabun antiseptik yang seluruhnya ditujukan dalam rangka memerangi pandemi Covid-19,” tuturnya.

“Tadinya sendiri-sendiri, nah sekarang coba diorganisir oleh Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan agar kapasitas produksi dan kualitasnya bisa meningkat sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambah dia.

Terkait bahan baku, Wahid Wahyudi Kadis Pendidikan Provinsi Jatim mengatakan Pemprov Jatim nantinya akan mensupport penuh kebutuhan bahan baku berupa alkohol.

“Sumber dana berasal dari dana BOS, BPOPP serta CSR,” ujar Wahid.

Menurut Wahid SMA double track dan SMK yang berkompetensi di bidang Farmasi dan Kimia Industri dalam membuat produk ini dipandu guru yang kompeten.

 

(mnr)

Baca Selengkapnya