Connect with us

Kasus Covid-19 Per 16 September: 228.993 Positif, 164.101 Sembuh, dan 9.100 Meninggal

Jakarta – Pemerintah menyatakan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia naik 10,4 persen dalam sepekan terakhir, dan penularan virus corona masih terjadi hingga saat ini. Hal ini terlihat dari masih bertambahnya pasien baru yang menyebabkan jumlah kasus Covid-19 kembali meningkat hingga hari ini, Rabu (16/9/2020).

Data pemerintah memperlihatkan bahwa ada 3.963 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Ini merupakan rekor penambahan tertinggi sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Penambahan itu menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia hingga Rabu pukul 12.00 WIB ini mencapai 228.993 orang, terhitung sejak munculnya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Informasi ini diungkap pemerintah dalam data yang disampaikan melalui situs Kementerian Kesehatan pada Rabu sore. Data juga bisa diakses masyarakat melalui situs Covid19.go.id, dengan data yang diperbarui tiap sore.

Sebanyak 3.963 kasus baru Covid-19 diketahui setelah pemerintah melakukan pemeriksaan 39.774 spesimen dalam sehari. Dalam periode yang sama, ada 30.713 orang yang diambil sampelnya untuk pemeriksaan spesimen.

Total, pemerintah sudah melakukan pemeriksaan 2.755.120 spesimen dari 1.622.769 orang yang diambil sampelnya. Dengan catatan, satu orang bisa menjalani pemeriksaan spesimen lebih dari satu kali.

Meski jumlah kasus Covid-19 meningkat, pemerintah berupaya menumbuhkan harapan dengan mengumumkan semakin banyaknya pasien yang sembuh setelah terinfeksi virus corona.

Satgas Covid-19 mencatat ada penambahan 3.036 pasien Covid-19 yang sembuh dalam sehari Mereka dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan tidak lagi terinfeksi virus corona berjumlah 164.101 orang.

Akan tetapi, kabar duka masih terdengar dengan adanya penambahan pasien yang meninggal setelah terinfeksi virus corona.

Pada periode 15 – 16 September 2020, ada penambahan 135 pasien Covid-19 yang tutup usia. Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 9.100 orang.

Selain kasus positif, pemerintah juga menyampaikan bahwa saat ini ada 100.236 orang berstatus suspek.

Hingga saat ini, semua provinsi di Indonesia atau 34 provinsi sudah mencatat kasus Covid-19, dari Aceh hingga Papua. Secara khusus, ada 493 kabupaten/kota yang terdampak akibat penularan virus corona.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

KPU Tetapkan 486 Paslon Penuhi Syarat untuk Ikut Pilkada Serentak 2020

Oleh

Fakta News

Jakarta – Sebanyak 486 pasangan calon yang mendaftar di Pilkada 2020 telah dinyatakan memenuhi syarat. 486 pasangan calon itu nantinya akan bertarung di Pilkada 2020.

Namun, jumlah tersebut masih sementara. Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik mengatakan data masih akan berubah hingga input sistem informasi pencalonan (silon) selesai dilakukan.

“Kami sampaikan bahwa data ini masih akan berubah sampai input silon oleh daerah selesai,” kata Evi kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).

486 itu terdiri dari 473 pasangan calon bupati dan wakil bupati dan/atau wali kota dan wakil wali kota. Sementara, 13 lainnya merupakan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang dinyatakan memenuhi syarat.

KPU sendiri sebelumnya telah menerima 741 bakal pasangan calon dari 743 bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota, gubernur dan wakil gubernur yang mendaftar. Ada 2 bakal pasangan calon yang tidak diterima pendaftarannya.

Dari 741 bapaslon yang diterima pendaftarannya, 25 di antaranya merupakan bapaslon gubernur dan wakil gubernur dari 9 provinsi. Kemudian 615 merupakan bapaslon bupati dan wakil bupati di 236 kabupaten dan 101 merupakan bapaslon wali kota dan wakil wali kota dari 46 kota.

Tahapan Pilkada 2020 saat ini sampai pada pengundian nomor urut pasangan calon. Pasangan calon yang sudah ditetapkan pada hari sebelumnya akan mengundi nomor urut yang bakal digunakan dalam Pilkada 2020.

Baca Selengkapnya

BERITA

Presiden Jokowi Minta Skema Jaring Perlindungan Sosial Dipastikan Tepat Sasaran dan Efektif

Oleh

Fakta News
Presiden Joko Widodo

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dalam jangka pendek semua skema program yang berkaitan dengan jaring perlindungan sosial, seperti PKH, Bansos Tunai, BLT Desa, betul-betul harus dipastikan tepat sasaran dan berjalan efektif.

“Pastikan itu diterima oleh masyarakat di desa yang terdampak Covid dan yang sangat membutuhkan. Begitu juga dengan pelaksanaan Padat Karya Tunai yang ada di desa,” tutur Presiden saat menyampaikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) Percepatan Peningkatan Ekonomi Desa melalui konferensi video, Kamis (24/9), di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Negara minta agar hal ini betul-betul dikawal sehingga bisa mengurangi beban masyarakat desa yang kehilangan pekerjaan, kesulitan mencari kerja ataupun yang berasal dari keluarga yang tidak mampu di desa.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menegaskan lagi bahwa pandemi yang tengah dihadapi harus menjadi sebuah momentum untuk meng-install ulang, memperbaiki lagi, dan juga melakukan reform mengenai strategi besar dalam transformasi ekonomi desa.

Ditegaskan Presiden, sebagaimana diketahui bahwa pandemi ini menghantam bukan hanya seluruh lapisan masyarakat di perkotaan tetapi juga di pedesaan.

“Ketika terjadi krisis ekonomi di perkotaan, maka desa menjadi penyangga, menjadi buffer karena terjadinya arus balik perpindahan penduduk dari kota ke desa. Jadi bukan urbanisasi tetapi prulalisasi,” jelas Presiden.

Baca Selengkapnya

BERITA

Kabar Dukacita, Dirut PTPN II Marisi Butarbutar Meninggal Dunia

Oleh

Fakta News

Jakarta – Kabar dukacita dari PTPN II, Dirut Marisi Butarbutar dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit Royal Prima, Medan, Kamis (24/9), pukul 07.00 WIB. Marisi sebelumnya sudah empat hari di rawat di rumah sakit.

Dengan kondisi kesehatan terus menurun dratis sampai hari ini Kamis pagi Marisi menghembuskan napas terakhirnya.

“Jenazah akan dibawa langsung dari rumah sakit Royal Prima Medan menuju ke tempat pemakaman Simalingkar Medan,” ujar salah satu staff PTPN II.

Diketahui pria kelahiran di Medan, 14 Juni 1963 ini memperoleh gelar Sarjana dari Fakultas Pertanian Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga (1988), kemudian Fakultas Hukum Universitas Dharma Wangsa (2010) dan melanjutkan Magister Managemen dari Universitas Sumatera Utara (2007).

Marisi juga mengemban pendidikan Magister Hukum dari Universitas Sumatera Utara (2010) dan S3 Ilmu Hukum dari Universitas Sumatera Utara (2016).

Sebelum menjabat Dirut PTPN II, Marisi memulai karir sebagai Staff Tanaman PTPN III (Persero) (1989-2003), kemudian berlanjut sebagai Kepala Urusan PTPN III (Persero) (2003-2007).

Selain itu ia lalu menjabat sebagai Kepala Bagian Kepatuhan dan Manajemen Resiko PTPN III (Persero) (2007-2011), Kepala Bagian Teknologi Informasi/Transformasi Bisnis/Manajemen Resiko (TI/TB/MR) PTPN III (Persero) (2011-2014), Kepala Bagian Hukum PTPN III (Persero) (2014-2015), Kepala Bagian Hukum Holding BUMN Perkebunan Jakarta (2015-Juli 2016), Direktur Operasional PTPN II (2017-2020).

Salah satu teman Marisi Butarbutar, yakni Elia Massa Manik turut mengucapkan belasungkawa atas kepergian almarhum pagi ini. Mantan Dirut Holding PTPN III ini tak lupa menceritakan kisah kedekatannya dengan almarhum semasa hidupnya melalui pesan yang dikirim ke redaksi.

“Saya bertemu Almarhum pertamakali di Kantor PTPN Jalan Proklamasi Jakarta pada bulan April 2016. Saat itu beliau sebagai Kadiv yang membawahi bidang Kepatuhan dan Legal di Holding PTPN. Setelah berkenalan dan background check Almarhum yang juga sarjana pertanian dan berkarir dari bawah di operasional PTPN III, maka tidak lebih dari 1 minggu, selalu menjadi teman diskusi saya di sore dan malam hari sebelum mengambil keputusan-keputusan penting dan strategis dalam rangka proses transformasi (turnaround),” tutur Elia Massa Manik dalam pesannya Kamis (24/9).

Elia Massa menceritakan, almarhum beberapa kali ikut menemaninya jika ada kunjungan dinas ke daerah. Berdua kerap kali berdiskusi terkait pengembangan dan kemajuan untuk PTPN.

“Beberapa kali saya minta Alm. ikut menemani saya dalam kunjungan dinas ke beberapa PTPN. Saya sangat ingat, surat edaran saya yang pertama 09 Mei 2016, setelah mendengarkan semua presentasi PTPN I sampai PTPN XIV, perihal poin-poin program strategis dalam Akselerasi Peningkatan Kinerja PTPN direlease setelah almarhum membacanya dan berdiskusi dengan saya di malam hari sambil ngopi dan ngobrol santai,” ungkap Elia Massa.

“Saya ingat kata-kata di poin penutup, “Kita bersepakat bahwa sumber kemajuan dan kesejahteraan untuk PTPN bersandar dan terletak pada fokus menciptakan tanaman yang “tegak dan berseri-seri” (the soul of planters, jiwa seorang yang bekerja di perkebunan). Pada waktu itu saya in search of upstream fundamental perkebunan. Inilah dasar filosophy yang banyak kami diskusikan bersama yang kemudian dilengkapi oleh semua team pada waktu itu dalam bentuk program-program kerja,” imbuhnya.

Elia Massa melanjutkan, “Tibalah waktu eksekusi reorganisasi PTPN di bulan juli 2016. Karena selama 3 bulan Alm. banyak membantu BOD di Holding, saya dan BOD Holding PTPN III sepakat ingin menempatkan Alm. untuk memegang kendali operasional di salah satu PTPN yang masih sehat dari sisi finansial. Sore hari, saya panggil Alm. untuk menyampaikan perihal tersebut, dan sebenarnya ingin memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk memilih. Sungguh saya terkejut, waktu beliau memilih PTPN II. Karena pada saat itu PTPN II adalah urutan terbawah dari sisi finansial dan lengkap dengan semua problematikanya. Sore itu saya tidak segera setuju, dan minta dia pikirkan ulang. Besoknya sebelum surat dikirim ke Shareholder, beliau tetap dalam pendiriannya dengan alasan PTPN II sangat terpuruk, butuh perhatian lebih dan beliau bercanda dan bilang kalau saya di sana dan pernah kerja dengan pak Massa di holding tentu supportnya extra. Disamping dia mantap dengan gambaran knowledge baru “tidak ada hilirisasi yang berhasil tanpa upstream yang kuat”. Juga dia senang memilih di PTPN II karena tahu bisa bekerjasama dengan Dirutnya Pak Teten yang akan fokus di restrukturisasi keuangan.  Jadi menurutnya bisa fokus dan dapat big support. Unique, rare quality, kagum, speechless, dan hari itu saya percaya PTPN memiliki harapan besar untuk keberhasilan program turnaround. Yang kemudian terbukti dalam masa pengabdian saya yg sangat singkat (11 bulan); produktivitas dan posisi keuangan PTPN II maju luar biasa (beyond my expectation). PTPN kemudian, waktu saya pergi di bulan ke-11, sudah mulai membukukan laba. Tentu salah satunya karena perbaikan significant di PTPN II. Kemudian mereka juga saya berikan kebebasan menyetujui atau tidak komisaris di PTPN II yang diusulkan. Itulah juga mengapa saya meminta ada acara golf bersama di PTPN II sebagai bagian acara perpisahan saya di PTPN sekalian menghormati dedikasi dan kekaguman saya pribadi kepada seorang Marisi Butarbutar,” ungkapnya.

“Alm. Bapak Marisi Butarbutar. Selamat jalan, pergilah dengan damai. Semua semangat, jerih payah dan rasa sayang kepada PTPN yang sudah anda berikan, legacy bagaimana membangun benih-benih ‘The Soul of Planters’ ke setiap insan Perkebunan khususnya PTPN II, sudah bapak tanam dengan penuh ketulusan. Dia Yang Maha Kuasa akan memekarkan pada waktunya. Tuhan sang Pencipta menjaga dan memelihara keluarga yang bapak tinggalkan,” kata Elia Massa.

“Sekali lagi terimakasih sudah mengajarkan kepada saya pribadi ‘The Soul of Planters’ (menjaga dan menyayangi tanaman2 dengan ketulusan hati) dan bagaimana seorang leader membuat pilihan dalam karir dan melakoninya dengan keteguhan hati. Selamat jalan sahabat,” ucap Elia Massa Manik.

Baca Selengkapnya